Tanjungpinang– Pengelolaan wakaf di Kota Tanjungpinang kini memasuki babak baru. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa pemanfaatan aset wakaf harus mulai bergeser dari sekadar aset sosial-keagamaan statis menuju sektor produktif yang mampu menopang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota saat melantik tujuh pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Tanjungpinang periode terbaru di Hotel Bintan Plaza, kemarin.
Dalam sambutannya, Lis Darmansyah memberikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan bahwa posisi pengurus BWI adalah tanggung jawab moral yang besar di hadapan Allah SWT dan masyarakat.
“Selamat bertugas. Kelola harta wakaf secara profesional, jujur, transparan, dan wajib merujuk pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Saya ingin aset wakaf dikelola secara modern dan memiliki kekuatan hukum yang sah agar tidak muncul sengketa di kemudian hari,” tegas Lis.
Wali Kota mengajak pengurus yang baru dilantik untuk mendobrak paradigma lama di mana wakaf hanya identik dengan masjid, madrasah, dan makam (3M). Menurutnya, potensi Wakaf Uang merupakan instrumen strategis yang belum tergarap maksimal di Tanjungpinang.
“Kita harus kembangkan potensi wakaf produktif. Wakaf uang dapat menjadi solusi konkret dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan manajemen yang tepat,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BWI Perwakilan Provinsi Kepri, Huzaifa Dadang, mengakui bahwa literasi masyarakat mengenai wakaf aset bergerak masih terbatas. Ia berharap sinergi antara BWI dan Pemko Tanjungpinang dapat memperkuat peran wakaf sebagai pilar pendukung pembangunan daerah.
Ketua BWI Kota Tanjungpinang yang baru dilantik, Fadholi, menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan aksi nyata di lapangan. Langkah awal yang akan diambil adalah penguatan internal dan perluasan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami akan segera menyusun program kerja dan menggalakkan kampanye wakaf uang. Kami optimistis, dengan sinergi bersama Pemerintah Kota, kesadaran berwakaf masyarakat Tanjungpinang akan meningkat signifikan,” ujar Fadholi.
Prosesi pelantikan ini turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekretaris Daerah Zulhidayat, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan penuh terhadap visi BWI dalam menyejahterakan umat melalui instrumen wakaf. (*/fji)

