Natuna – Sebanyak 50 siswa terbaik dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Natuna mengikuti seleksi Beasiswa Penuh Universitas Pertamina yang digelar di ruang komputer SMAN 1 Natuna, Selasa (14/7/2026) pagi.
Program beasiswa hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Natuna dengan Universitas Pertamina ini kembali digelar sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah yang berprestasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, yang meninjau langsung pelaksanaan seleksi mengatakan, program tersebut bukan kali pertama dilaksanakan dan telah menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Natuna.
“Dari 50 peserta akan dipilih 10 orang terbaik berdasarkan hasil ujian. Bagi yang belum terpilih jangan berkecil hati. Teruslah belajar karena kesempatan masih terbuka pada tahun berikutnya. Tetap semangat dan berikan yang terbaik,” ujar Boy.
Ia menegaskan, program ini bukan sekadar proses seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi merupakan wujud nyata komitmen Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dalam memberikan kesempatan kepada pelajar berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Program ini menjadi bukti nyata komitmen Ibu Bupati Cen Sui Lan dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Mereka yang dinyatakan lulus tidak hanya memperoleh kuliah gratis, tetapi seluruh biaya pendidikan, tempat tinggal, makan hingga uang saku selama masa studi akan ditanggung melalui Yayasan Pertamina Foundation,” jelasnya.
Boy juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Natuna yang telah menyediakan tempat beserta fasilitas pendukung sehingga pelaksanaan seleksi dapat berjalan dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMAN 1 Natuna beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan tempat dan fasilitas bagi anak-anak daerah untuk mengikuti seleksi beasiswa ini,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Natuna, Tukino, menjelaskan bahwa dari total 50 peserta, delapan siswa mengikuti ujian secara daring dari luar daerah melalui aplikasi Zoom dengan pengawasan yang sama seperti peserta yang hadir langsung.
Menurutnya, proses seleksi dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu ujian tertulis dan psikotes. Kedua tahapan tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus aspek psikologis peserta sehingga proses seleksi berlangsung objektif dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
“Dengan dua tahapan ini, seluruh peserta memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Tukino.
Melalui program beasiswa penuh ini, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap semakin banyak generasi muda daerah yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas tanpa terbebani persoalan biaya, sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Natuna. (Rap)

