Batam, Lendoot.com – “Etika Berjejaring, Jarimu, Harimaumu”. Demikian tema gelaran program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Sumatera bagi siswa SD, SMP dan SMA di Kota Batam, Provinsi Kepri oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.
Literasi digital nasional ini untuk sektor pendidikan wilayah Sumatera tersebut diisi dengan kegiatan secara nonton bareng (nobar), Kamis (20/7/2023) pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.
Program literasi digital Kemenkominfo RI ini bertujuan untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024 menuju Indonesia #MakinCakapDigital.
Kegiatan digelar dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman yaitu dengan menyuguhkan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.
Berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022 mencapai 204,7 juta orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya, dan dimana 191,4 juta penggunanya menggunakan media sosial.
Penggunaan internet tersebut membawa berbagai risiko, karena itu peningkatan penggunaan teknologi internet perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan bijak dan tepat.
Hasil survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Katadata Insight Center (KIC), didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia pada tahun 2022 berada pada angka 3,54 poin dari skala 1-5. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan menilai indeks literasi digital Indonesia belum mencapai kategori baik.
“Angka ini perlu terus kita tingkatkan dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan literasi digital,” katanya melalui virtual.
Dalam kegiatan nobar yang menyasar target segmen pelajar ini, rencananya akan diisi oleh beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.
Etika berjejaring berperan penting dalam membangun profesionalisme di media sosial. Bagi mereka yang menggunakan media sosial untuk kepentingan bisnis, memperhatikan etika berjejaring dapat membantu membangun citra profesional yang kuat dan memperluas jaringan bisnis.
Menjaga konten yang relevan, berkomentar dengan bijak, dan memperhatikan penampilan di media sosial dapat menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis di era digital.
Oleh karena itu, sebelum melakukan tindakan apapun di media sosial, perlu mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi. Berpikir sebelum bertindak, menghindari tindakan yang merugikan orang lain, dan mempromosikan nilai-nilai positif dapat membantu kita membangun etika berjejaring yang baik. (rst)

