Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Kapal Terbakar di Perairan Anambas, SAR Natuna Ingatkan Pentingnya Keselamatan Pelayaran

NATUNA – Kecelakaan laut yang menimpa KM Laut Jaya 3 di perairan Tokong Palang Biru, Kabupaten Kepulauan Anambas, menjadi pengingat pentingnya kesiapan keselamatan bagi setiap pengguna transportasi laut.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Natuna melalui Pos SAR Anambas terus memantau perkembangan pascakecelakaan kapal yang terbakar saat dalam perjalanan dari Kijang menuju Tarempa, Kamis (10/9/2026).

KM Laut Jaya 3, kapal bermuatan barang kelontong dengan rute Kijang-Tarempa, dilaporkan terbakar saat berada di laut.

Empat orang yang berada di dalam kapal berhasil menyelamatkan diri dan kemudian dievakuasi oleh kapal lain yang melintas.Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Natuna, KM Laut Jaya 3 GT 29 berwarna biru berangkat dari Pelabuhan Kijang menuju Pelabuhan Tarempa pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keesokan harinya, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, saat kapal berada di laut sekitar 60 mil laut dari Lingai, api tiba-tiba muncul dari bagian belakang anjungan, tepatnya di sekitar cerobong asap.

Api kemudian dengan cepat membesar dan membakar bagian badan kapal. Kondisi diperparah oleh keberadaan material berbahan fiber dan karet di atas anjungan yang mudah terbakar.

Melihat situasi yang semakin membahayakan, Nahkoda Solihin bersama tiga orang anak buah kapal (ABK) memilih meninggalkan kapal dengan terjun ke laut. Selama sekitar 1,5 jam, keempatnya bertahan di laut dengan berpegangan pada karung yang terapung sembari menunggu pertolongan.

Harapan itu datang sekitar pukul 12.00 WIB. KM Jaya Makmur 88 yang melintas di jalur pelayaran tersebut menemukan dan mengevakuasi keempat korban.

eluruh korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Tarempa dan tiba dengan selamat pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Keempat korban yang selamat masing-masing berinisial S (33), selaku nahkoda; J (57), selaku kepala kamar mesin (KKM); serta QPN (19) dan Z (60) yang merupakan ABK. Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah kembali ke rumah masing-masing.

SAR Apresiasi Kapal yang Beri Pertolongan

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi kepada kru KM Jaya Makmur 88 yang memberikan pertolongan kepada para korban di tengah laut.

Menurutnya, tindakan cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kewajiban dalam menghadapi situasi darurat di laut.

“Tindakan yang dilakukan oleh KM Jaya Makmur 88 sudah tepat dan benar. Setiap orang atau kelompok berhak dan wajib memberikan pertolongan apabila melihat kondisi membahayakan atau kecelakaan di laut sesuai Pasal 246 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran,” ujar Abdul Rahman.

Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap pengguna transportasi laut, terlebih pelayaran di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri.

Abdul Rahman mengimbau para pemilik dan pengguna transportasi laut untuk memastikan kondisi kapal benar-benar siap sebelum berlayar, baik di perairan Anambas maupun Natuna.

“Kami meminta agar seluruh moda transportasi laut selalu melengkapi perlengkapan keselamatan dan komunikasi yang memadai. Pemeriksaan mesin dan kelistrikan kapal harus dilakukan secara berkala. Muatan kapal juga perlu disesuaikan untuk mencegah kejadian serupa,” katanya.

Menurutnya, kelengkapan alat keselamatan dan komunikasi menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi darurat. Kesiapan tersebut dapat memberikan peluang lebih besar bagi awak kapal untuk menyelamatkan diri ketika terjadi kecelakaan.

Kantor SAR Natuna juga memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam mendukung keselamatan pelayaran di wilayah kerjanya, khususnya kawasan kepulauan dan perbatasan.

Peristiwa terbakarnya KM Laut Jaya 3 sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kemampuan menghadapi keadaan darurat, tetapi juga pada kesiapan kapal sebelum meninggalkan pelabuhan.

Exit mobile version