Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Jarmin Sidik Ingatkan Warga Natuna: Jangan Sampai Kemudahan Akses Keuangan Jadi Jerat Pinjaman Ilegal

NATUNA — Kemudahan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan keuangan di era digital harus diimbangi dengan pengetahuan dan kecermatan dalam mengambil keputusan.

Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terjebak pinjaman ilegal, investasi bodong maupun berbagai bentuk penipuan di sektor keuangan.

Pesan tersebut disampaikan Jarmin saat membuka kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dan Senam Massal Bersama yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Pegadaian di Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan” itu diikuti ratusan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Natuna Boy Wijanarko, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Natuna.

Dalam sambutannya, Jarmin mengatakan kegiatan Gencarkan memiliki tujuan penting, yakni membangun pengetahuan, pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak serta bertanggung jawab.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin mudah.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan risiko apabila tidak disertai pemahaman yang memadai.

“Di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan, masyarakat harus semakin cerdas dalam mengambil keputusan,” kata Jarmin.

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kemudahan akses sebagai alasan untuk mengambil keputusan finansial secara terburu-buru.

“Jangan sampai kemudahan akses keuangan justru membuat masyarakat terjebak dalam pinjaman ilegal, investasi bodong, maupun berbagai bentuk penipuan keuangan,” tegasnya.

Karena itu, Jarmin mendorong masyarakat membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara menabung, mengatur pendapatan dan pengeluaran, memilih produk keuangan sesuai kebutuhan, serta mengenali risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

Ia menilai peningkatan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan produk perbankan maupun layanan keuangan lainnya, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat.

“Peningkatan literasi keuangan merupakan bagian penting dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Jarmin ingin masyarakat Natuna tidak berhenti pada posisi sebagai pengguna layanan keuangan. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan mampu menjadi konsumen yang kritis dan memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial yang diambil.

“Kita ingin masyarakat Natuna bukan hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi menjadi masyarakat yang cerdas, kritis, produktif, dan mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan literasi keuangan tersebut untuk menambah wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh masyarakat harus mampu menjadi bekal dalam mengelola keuangan keluarga, merencanakan masa depan, sekaligus melindungi diri dari berbagai risiko kejahatan di sektor keuangan.

Jarmin juga memberikan apresiasi terhadap konsep Gencarkan yang dipadukan dengan senam massal. Menurutnya, perpaduan tersebut membawa pesan yang sejalan, yakni pentingnya menjaga kesehatan tubuh sekaligus kesehatan finansial.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai bagaimana mengelola keuangan yang sehat, tetapi juga bagaimana menjaga tubuh tetap sehat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jarmin berharap sinergi antara OJK, PT Pegadaian dan Pemerintah Kabupaten Natuna dapat terus diperkuat, khususnya dalam memberikan edukasi serta membuka akses terhadap layanan keuangan yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita bersama-sama membangun masyarakat Natuna yang sehat jasmani, sehat secara finansial, dan semakin sejahtera,” ajaknya.

Kegiatan Gencarkan kemudian dilanjutkan dengan berbagai rangkaian kegiatan bersama masyarakat di kawasan Pantai Piwang.

Antusiasme ratusan warga menjadi bagian dari semangat membangun kesadaran bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya diukur dari kondisi fisik, tetapi juga dari kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan bertanggung jawab. (Rap)

Exit mobile version