Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Jadi Tuan Rumah MTQH XII Kepri 2026, Pemko Tanjungpinang Matangkan Kesiapan dan Venue Utama

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menggelar Rapat Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, bertempat di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Wali Kota Tanjungpinang,. (ft kominfotpi)

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menggelar Rapat Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, bertempat di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Wali Kota Tanjungpinang,. (ft kominfotpi)

Tanjungpinang — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menggelar Rapat Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Jumat (12/06/2026).

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, didampingi Asisten I serta para Kepala Perangkat Daerah terkait. Turut hadir Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Dato’ Seri Setia Utama H. Raja Al Hafiz, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal.

Pertemuan ini fokus membahas kesiapan matang Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah, mulai dari aspek teknis penyelenggaraan, sarana prasarana, akomodasi, transportasi, keamanan, kesehatan, hingga strategi publikasi kegiatan.

Daftar Venue Utama Pelaksanaan MTQH XII

Pelaksanaan MTQH XII rencananya akan disebar di sejumlah lokasi strategis di Tanjungpinang sesuai dengan cabang yang diperlombakan:

Gedung LAM Provinsi Kepri (Arena Utama): Cabang Tilawah dan Qira’at.

Masjid Nur Ilahi Dompak: Cabang Hifdzil Qur’an 1–20 Juz.

Masjid Agung Al Hikmah: Cabang Hifdzil 30 Juz dan Tafsir.

Gedung Veteran: Cabang Tartil, Qira’at Murattal, serta peserta disabilitas.

Hotel Aston dan Hotel BP: Cabang Fahmil, Syarhil, Karya Tulis Ilmiah Qur’an (KTIQ), dan Kaligrafi.

Rangkaian Kegiatan dan Penyambutan Adat Melayu

Panitia telah merancang mekanisme penyambutan resmi bagi kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri di Bandara Raja Haji Fisabilillah dan pelabuhan dengan prosesi adat Melayu. Selain penginapan dan transportasi, para kafilah juga akan diajak dalam agenda city tour.

Adapun rangkaian kegiatan pendukung MTQH XII meliputi:

Penyambutan rombongan kafilah.

Malam Ta’aruf pada 3 Juli 2026 di Hotel CK Tanjungpinang.

Pawai Ta’aruf yang mengambil rute dari Jalan Merdeka menuju Arena Utama.

Pembukaan Bazar MTQH.

Acara Pembukaan (Opening) dan Penutupan (Closing) MTQH XII.

Guna mendukung kemegahan acara, Pemko Tanjungpinang memastikan dukungan penuh terhadap penyediaan fasilitas fisik mulai dari tenda, kursi, sound system, tata pencahayaan, genset, armada transportasi, hingga jaminan konsumsi, keamanan, dan kebersihan.

Struktur Kepanitiaan dan Arahan Wakil Wali Kota

Rapat ini juga meresmikan susunan panitia lengkap MTQH XII dengan menempatkan Wali Kota Tanjungpinang bersama unsur Forkopimda sebagai penasihat. Kepanitiaan dibagi ke dalam berbagai bidang teknis, seperti perlengkapan, kesehatan, keamanan, pawai, bazar, publikasi, protokol, musabaqah, dan konsumsi.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menegaskan agar seluruh panitia melaksanakan setiap tahapan persiapan sesuai dengan hasil koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kepri yang telah dilakukan sebelumnya. Ia juga meminta perhatian khusus bagi kesiapan internal.

“Walaupun kita bertindak sebagai tuan rumah yang mengurus berbagai keperluan kafilah dari kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau, saya menekankan agar untuk kafilah Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri dilakukan rapat koordinasi khusus. Jangan sampai ada kebutuhan kafilah kita yang terlewat,” tegas Raja Ariza.

Di akhir arahan, Raja Ariza berharap MTQH XII Tingkat Provinsi Kepri ini dapat berjalan sesuai dengan perencanaan secara lancar dan tertib. Ia ingin acara tampil megah namun tetap bersahaja, mencerminkan nilai-nilai religius dan budaya Melayu yang menjadi jati diri Kota Tanjungpinang. (mhd)

Exit mobile version