Erwin menunjukkan hasil budidaya kepiting dari bantuan PT Timah Tbk. (ist)

Karimun, Lendoot.com- Yang dilakukan Erwin (45) Warga Desa Gemuruh Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Riau ini patut ditiru warga lainnya.

Berbekal bantuan modal usaha PT Timah Tbk dari dana kemitraan program Corporate Sosial Responbility (CSR), Erwin sukses mengembangkan budidaya kepiting.

Erwin memulai usahanya sejak satu tahun silam. Saat itu dirinya menilai prospek bisnis ini cukup menjanjikan. Apalagi belum banyak yang menjalankan usaha sejenis, namun permintaannya cukup tinggi.

Budidaya kepiting yang dilakukan Erwin terus berkembang, jika sebelumnya ia hanya dibantu keluarga, kini dirinya memiliki sepuluh orang tenaga kerja untuk bersama-sama membudidayakan kepiting.

BACA JUGA! Aunur Rafiq Isyaratkan Segera Rombak Kepala OPD Pemkab Karimun

Usahanya kini juga terbilang cukup besar, beberapa waktu lalu dirinya bahkan bisa merilis sekitar 800 ekor benih kepiting ke kolam yang telah disiapkan.

“Saya memilih usaha pembesaran kepiting ini karena melihat pangsa pasar yang menjanjikan dengan harga yang lumayan bagus, serta konsumen seafood khususnya kepiting juga banyak, masa panen juga tidak terlalu lama kurang lebih tiga bulan sudah bisa ada hasilnya,” kata Erwin, Jumat (8/10/2021).

Ia menceritakan, pada awal mula budidaya kepiting itu, dirinya mengambil bibit dari luar daerah. Pasalnya ia belum bisa melakukan pembibitan sendiri dan bibit lokal juga minim sehingga mengambil dari luar daerah.

Namun, saat ini pihaknya terus belajar dan terus dibantu pembinaan dari UPT Dinas Perikanan untuk bisa melakukan pembibitan kepiting

“Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha ini, diantaranya ialah persoalan modal. Sehingga, dirinya sempat menunda untuk bisa menambah kolam dan bibit.

BACA JUGA! Rasulullah SAW Pernah Isyaratkan Kondisi Mekah Saat ini Sebagai Tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat

“Kendalanya di modal awal yang pas-pasan, jadi agak tersendat-sendat usahanya. Alhamdulillah kemarin mencoba mengajukan proposal pinjaman kemitraan dari PT Timah dan disetujui, sehingga saya bisa membeli bibit dan juga penambahan kolam lagi,” katanya.

Selain itu, menurutnya pakan juga menjadi masalah, pasalnya pakan dibeli dari nelayan sekitar bisa terganggu jika cuaca tak bersahabat.

“Pakan kita beli dari nelayan sekitar, apabila cuaca tak bersahabat nelayan tidak menjaring pasokan pakan jadi agak terganggu,” sebutnya.

Baginya, setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk usahanya terus berkembang, pasalnya dengan suntikan modal, Ia bisa menambah bibit, membuat kolam lagi serta penambahan alat yang lainnya.

BACA JUGA! Coastal Area Karimun, Pesona Keindahan Pantai dan Kuliner yang Menjanjikan

“Untuk menjadi mitra binaan PT Timah, yang saya rasakan prosesnya tidaklah sulit, cuma kita harus bersabar dan yang penting kita sudah ada usaha yang akan dikembangkan sehingga modal yang kita dapat, benar benar untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Kedepan, Ia berharap program kemitraan PT Timah Tbk ini dapat terus bergulir sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan program ini. Program ini sebagai upaya perusahaan untuk memandirikan UMKM.

PT Timah Tbk terus berkomitmen untuk membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya, bantuan yang dikucurkan tidak hanya bantuan modal, melainkan juga pembinaan dan juga pemasaran produk melalui kegiatan pameran dan lainnya.(rko)