Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Investasi PMA dan PMDN di Triwulan 2025 Batam Capai Rp8,6 Triliun

berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Batam sepanjang Januari-Maret 2023, atau kuartal I tahun 2023 yang mencapai Rp 3,986 triliun atau USD 270,85 dengan 2.244 proyek. Dengan rincian, realisasi investasi kuartal I PMA mencapai Rp 2,559 triliun dengan 826 proyek dan PMDN senilai 1,423 triliun dengan 1.418 proyek. Sementara, angka realisasi investasi kuartal I PMA di Kepri mencapai Rp 3,156 triliun dengan 985 proyek. Angka realiasasi tersebut hanya menempatkan posisi Kepri berada di peringkat 13 realisasi investasi PMA dari 34 provinsi Indonesia. Kemudian untuk PMDN, realisasi investasi di kuartal I di Kepri mencapai Rp 1,661 triliun dengan 2.181 proyek. Dengan demikian, posisi Kepri hanya berada di peringkat 20 dari 34 provinsi untuk realiasai investasi PMDN.

Industri di Kota Batam yang digesa BP Batam. (ft bpbatam)

Batam– Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam mencatat realisasi investasi di Batam pada Triwulan 2025 mencapai Rp 8,6 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 15.192 orang. Investasi tersebut kombinasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, Reza Khadafi menjelaskan realisasi ini setara dengan 23,9% dari target Pemerintah Provinsi Kepri (Rp 36 triliun) dan 215,4% dari target Renstra Kota Batam (Rp 4 triliun). Kendati secara kuartalan (Quarter-on-Quarter/QoQ) dan tahunan (Year-on-Year/YoY) investasi mengalami penurunan masing-masing 38,5% dan 15,7%, namun dari sisi struktur dan distribusi sektor, pertumbuhan tetap terjaga positif.

Ia melanjutkan capaian Kota Batam dalam investasi Triwulan I 2025 menunjukkan daya tarik yang kuat di mata investor, terutama dari Singapura dan sektor jasa. Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya menjaga iklim investasi yang kondusif melalui perbaikan sistem perizinan, penguatan infrastruktur, dan penyediaan lahan yang terintegrasi.

Adapun komposisi PMA dan PMDN, PMA berkontribusi sebesar Rp 5,9 triliun (68,5%), meningkat 45,5% QoQ dan 15,7% YoY. Dan PMDN menyumbang Rp 2,7 triliun (31,5%), tumbuh 25,3% QoQ dan melonjak 58,5% YoY

Selain itu, ada empat sektor dominan dalam realisasi investasi di Batam Triwulan I 2025 meliputi:

1. Jasa Lainnya – Rp 2,2 triliun

2. Industri Mesin, Elektronik, dan Peralatan Presisi (termasuk instrumen kedokteran, listrik, optik, dan jam) – Rp 1,5 triliun

3. Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran – Rp 729,3 miliar

4. Perdagangan dan Reparasi – Rp 709,69 miliar

Reza mengatakan sektor jasa menjadi yang tertinggi, mencerminkan pertumbuhan signifikan dari layanan pendukung industri dan kebutuhan digital serta logistik.

Singapura tetap menjadi investor asing terbesar dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp 3,6 triliun, setara lebih dari setengah total PMA yang masuk ke Batam. Tiga negara lain yang menyusul dalam daftar empat besar negara.

Di antaranya investasi PMA Malaysia sebesar Rp 669,3 miliar, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar Rp 448,7 miliar dan Taiwan sebesar Rp 373,9 miliar

Dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) senilai Rp 13,2 triliun (periode Januari-Maret 2025), Batam menyumbang 65,2% atau Rp 8,6 triliun. Hal ini menjadikan Batam sebagai lokomotif utama pertumbuhan investasi di Kepri, jauh melampaui daerah lainnya seperti:

Kabupaten Bintan – Rp 1,3 triliun (28,8%)

Kabupaten Karimun – Rp 412,8 miliar (3,2%)

Kota Tanjungpinang – Rp 281,1 miliar (2,1%)

Sementara kontribusi daerah lain seperti Kepulauan Anambas, Lingga, dan Natuna masih di bawah 1%. (rst)

Exit mobile version