Karimun, Lendoot.com – Keributan di dalam kapal di Pelabuhan KPK Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Minggu (14/4/2024), yang viral mendapat tanggapan Kepala Pos Pelabuhan Sri Tanjung Gelam KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Achmad Zaliansyah.
Dia mengatakan, keributan itu terjadi dalam kapal SB Satria Express 99 GT 34 pada, Kamis 11 April 2024.
Kapal dengan kapasitas yang berangkat 58 orang, dan kapasitas penumpang sesuai sertifikat yang diizinkan 100 orang tersebut bertujuan dari Pelabuhan STG Karimun ke Selat Beliah, Kundur.
“Keributan terjadi ketika agen yang sedang mengatur penumpang agar ke belakang, karena di belakang masing ada tempat duduk atau bangku yang kosong. Agen menyampaikan satu bangku diisi tiga orang dewasa, bagi anak-anak yag tidak punya tiket minta dipangku,” kata Achmad saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (14/4/2024) sore.
Pihaknya mengatakan dapat dengan segera menyelesaikan permasalahan keributan yang terjadi itu. “Alhamdulillah pada saat kapal berangkat tidak melebihi kapasitas. Saat itu saya juga sudah minta maaf kepada para penumpang,” ucap Achmad.
Sebelumnya, video berdurasi tiga menit itu viral di media sosial (medsos) seperti Facebook dan WhatsApp, dan hingga berita ini diturunkan sudah lebih dari seribu kali dibagikan. Seribuan komentar juga tertera di dalamnya.
Keributan itu terjadi karena adanya protes dari penumpang yang sudah membeli tiket, namun tidak mendapatkan tempat duduk di dalam kapal. Alasannya, karena kapal sudah melebihi kapasitas angkut. (yud)

