Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Ini Penyebab Sampah Kian Menumpuk di Semua TPS di Pulau Karimun

Tumpukan sampah di TPS Kapling Tebing. siang ini. (ft msaimi)

Tumpukan sampah di TPS Kapling Tebing. siang ini. (ft msaimi)

Karimun – Saat ini, sampah-sampah yang dibuang masyarakat di semua TPS (tempat pembuangan sampah sementara) yang ada di Pulau Karimun Besar, kian menumpuk.

Penyebabnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, kini sudah dalam kondisi penuh atau overload.

Alasan overload tersebut bukan karena lahan yang sempit, melainkan akibat tidak adanya alat berat untuk merapikan sampah.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun mengalami kerusakan. Akibatnya, sampah di TPA tidak dapat ditata dengan baik.

“Sebelumnya, DLH menyewa alat berat dari pihak swasta. Namun, belakangan ini alat tersebut tidak terlihat lagi di TPA Sememal,” ujarnya, kemarin.

Tanpa alat berat, sampah menumpuk hingga meluber keluar area TPA. Jika kondisi ini terus berlanjut, diperkirakan dalam 1-2 hari ke depan, TPA akan ditutup sementara karena kelebihan kapasitas.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sampah tidak hanya menumpuk di TPA, tetapi juga berserakan di beberapa titik, termasuk di tempat pembuangan sementara (TPS) di Kecamatan Karimun. Warga terpaksa membuang sampah di luar kontainer karena kapasitasnya sudah penuh.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan bau tak sedap karena sampah dibiarkan berhari-hari tanpa pengangkutan.

Di tempat terpisah, Mulyono, seorang sopir truk DLH Karimun, mengungkapkan bahwa pengangkutan sampah terganggu karena dua truk amrol mengalami kerusakan.

“Pengangkutan sampah dalam kontainer harus menunggu truk pinjaman. Namun, untuk BBM masih aman,” jelasnya.

Selain masalah armada, volume sampah rumah tangga di Karimun juga terus meningkat setiap harinya, memperparah kondisi pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Dengan kondisi seperti ini, diperlukan langkah cepat dari pihak terkait untuk mengatasi permasalahan sampah di Karimun agar tidak semakin berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. (msa)

Exit mobile version