Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Ini Langkah Antisipasi Pemerintah Cegah Penyebaran Cacar Monyet

foto pasien cacar monyet. (ft kemkes)

foto pasien cacar monyet. (ft kemkes)

Jakarta – Penyakit cacar monyet atau monkeypox (mpox) yang muncul kini menjadi perhatian nasional.

Meningkatnya kasus cacar monyet di Jakarta khususnya mulai diantisipasi pemerintah agar tidak menyebar ke beberapa daerah di Indonesia.

Vaksinasi menjadi prioritas pencegahan cacar monyet tersebut. Kemenkes segera melaksanakan proses vaksinasi. Vaksinasi awal untuk 500 orang kelompok berisiko di Jakarta, dijadwalkan di pekan terakhir Oktober 2023.

Dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Indonesia.go.id, Kemenkes menyiapkan 1.000 dosis dengan dua dosis vaksin per orang secara bertahap. Vaksin diberikan 1 orang 2 dosis, selang 4 minggu.

Dari data yang ada, saat ini sebanyak 157 orang dari target 495 orang kelompok berisiko, telah disuntikkan vaksinasi cacar monyet. Pelaksanaan vaksinasi umumnya dilakukan puskesmas kecamatan setiap hari dengan pemantauan gejala kepada kontak erat kasus.

Apabila menampakkan gejala, segera dilakukan pemeriksaan laboratorium. Ini untuk memutus mata rantai penularan. Setiap kasus positif langsung diisolasi di rumah sakit,  walaupun kasusnya ringan.

Untuk vaksinasi prioritas ini,  terutama bagi kelompok LSL (lelaki seks lelaki) atau homoseks dan pernah kontak seks dua pekan terakhir. Pemeriksaan sasaran pertama itu sudah dimulai 23 Oktober 2023.

Penderita yang terjangkit cacar monyet ini semuanya adalah lelaki dengan orientasi penyuka sesama jenis sebanyak 12 orang (86%), seorang pria normal dan seorang pria dengan orientasi biseksual.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memang pernah menyatakan sebanyak 98% kasus cacar monyet di dunia dialami homoseksual. Namun, Tedros tetap mengingatkan penyakit tersebut bisa menginfeksi siapa saja.

WHO merekomendasikan agar negara-negara mengambil tindakan untuk mengurangi risiko penularan ke kelompok rentan lainnya, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan mereka yang mengalami imunosupresi. (*/msa)

Exit mobile version