Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Ini Komplek Makam Penghulu Kampung Bugis di Tanjungpinang yang Masuk Daftar ODBC

Sejumlah pejabat Pemko Tanjungpinang saat menziarahi makam Penghulu Bugis di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. (ft kominfotjpinang)

Sejumlah pejabat Pemko Tanjungpinang saat menziarahi makam Penghulu Bugis di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. (ft kominfotjpinang)

Sebanyak 46 CB di Pulau Penyengat berstatus nasional, dan 45 CB di tingkat kota. Dari jumlah tersebut, 23 CB telah dinaikkan statusnya ke tingkat provinsi, sementara 5 CB di Pulau Penyengat tercatat dalam SK Wali Kota Tanjungpinang Nomor 541 Tahun 2023.

“Tahun ini, kami menargetkan penetapan lima objek diduga cagar budaya sebagai cagar budaya resmi. Objek-objek ini tersebar di wilayah Tanjungpinang dan sedang dalam evaluasi oleh tim ahli,” kata Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Wimmy Dharma Hidayat, 

Beberapa objek diduga cagar budaya (ODCB) yang didaftarkan untuk penetapan oleh TACB Kota Tanjungpinang antara lain, Kompleks Makam Penghulu Kampung Bugis, Kolenloods/Bom Batu, dan Tangga Batu/Tangga Bertingkat, yang berasal dari abad ke-19 (1851-akhir abad ke-19).

Selain itu, terdapat pula ODCB dari periode zaman Belanda (1927-1948), seperti Waterpompstation, Taman Kanak-Kanak Wanita KRIR/TK Mawar, dan Wilhelmina Bank.

Dari periode pasca kemerdekaan (1958), objek yang didaftarkan meliputi Kantor Disnaker dan Kantor ULP, yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Riau.

Nah, di tulisan pertama ini Lendoot menyajikan satu di antara Sejarah Kompleks Makam Penghulu Kampung Bugis.

Kompleks Makam Penghulu Kampung Bugis merupakan salah satu situs bersejarah penting di Tanjungpinang yang menyimpan kisah panjang tentang migrasi dan perkembangan masyarakat Bugis di wilayah tersebut.

Sayangnya, data historis yang sangat spesifik dan detail mengenai kompleks makam ini masih terbatas.

Meskipun data yang sangat spesifik mengenai arsitektur makam Bugis di Tanjungpinang masih terbatas, namun secara umum, makam-makam Bugis memiliki ciri khas yang membedakannya dengan makam-makam dari budaya lain. Ciri-ciri khas tersebut dipengaruhi oleh adat istiadat, kepercayaan, serta bahan material yang tersedia di lingkungan sekitar.

Masyarakat Bugis merupakan salah satu kelompok etnis yang paling awal bermigrasi ke wilayah Tanjungpinang. Mereka datang sebagai pedagang dan pelaut ulung, kemudian menetap dan membangun komunitas.

Penghulu adalah pemimpin masyarakat dalam adat Bugis. Kompleks makam ini kemungkinan besar menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para pemimpin masyarakat Bugis di Tanjungpinang.

Makam ini menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Arsitektur makam, tata letak, serta tradisi pemakaman yang dilakukan mencerminkan nilai-nilai dan kepercayaan masyarakat Bugis.

 Kompleks Makam Penghulu Kampung Bugis merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Tanjungpinang. Meskipun informasi yang kita miliki saat ini masih terbatas, namun potensi untuk menggali lebih dalam mengenai sejarah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat besar.

Dengan melakukan penelitian yang lebih mendalam dan akan dijadikan sebagai ODCB, maka kita harapkan mendapatkan informasi lebih memahami terkait sejarah dan identitas masyarakat Bugis di Tanjungpinang. (fuji)

Exit mobile version