Kepri, Lendoot. com – Sejak berpisah dari provinsi induk, Provinsi Riau, Provinsi Kepri sudah mengalami beberapa pergantian kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini nama-nama Gubernur Kepri yang menjabat sejak Provinsi Kepri dimekarkan dari Provinsi Riau itu di antaranya;
Gubernur pertama, Ismeth Abdullah. Sebelum menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah menjabat Kepala Otorita Batam (sekarang BP Batam).
Ismeth Abdullah ditunjuk sebagai Pj Gubernur oleh pemerintah pusat pada perioded 1 Juli 2004 hingga 2005, dan kemudian dilanjutkan Darjo Sumardjono yang berstatus sebagai Penjabat (Pj) Gubernur karena Ismeth Abdullah berpasangan dengan Muhammad Sani mencalonkan diri sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada Pilkada pertama di Kepri.
Sebelumnya, Muhamamd Sani menjabat Bupati Karimun dan maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri yang pertama yang akhirnya terpilih bersama Ismeth Abdullah sejak 19 Agustus 2005 hingga 19 Agustus 2010.
Seiring berakhirnya masa jabatan keduanya, Pilkada Kepri kembali digelar pada 2010. Muhammad Sani yang sebelumnya menjabat wakil gubernur, maju mencalonkan diri sebagai gubernur bersama Soerya Respationo sebagai calon wakil gubernur.
Dan, keduanya terpilih sebagai Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri terhitung 19 Agustus 2010 sampai 19 Agustus 2015.
Setelahnya, Muhammad Sani mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur, didampingi Soerya Respationo pada 19 Agustus 2015. Jabatan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) kembali berstatus penjabat (Pj) sebab sudah memasuki tahapan Pemilihan Gubernur Kepri untuk periode selanjutnya.
Penjabat Gubernur Kepri yang ditunjuk Menteri Dalam Negeri adalah Agung Mulyana. Agung Mulyana jadi Pj Gubernur Kepri sejak 21 Agustus 2015 sampai 30 Desember 2015. Setelah itu, jabatan Pj Gubernur Kepri dilanjutkan Nuryanto mulai 30 Desember 2015 sampai 12 Februari 2016.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri selesai digelar, Muhammad Sani yang kembali mencalonkan diri sebagai gubernur yang kali ini didampingi Soryra Respationo.
Kemudian di periode selanjutnya, Muhammad Sani mencalonkan diri lagi sebagai gubernur didampingi calon wakil gubernurnya, Nurdin Basirun yang merupakan Bupati Karimun. Masa jabatannya terhitung 12 Februari 2016.
Dalam perjalanannya Muhammad Sani meninggal dunia, sehingga posisi sebagai Gubernur Kepri dilanjutkan wakilnya, Nurdin Basirun. Nurdin Basirun sebelumnya menjadi Pj Gubernur Kepri sampai 19 April 2016.
Nurdin Basirun selanjutnya dilantik sebagai gubernur definitif untuk periode 25 Mei 2016 sampai berakhirnya sisa masa jabatan.
Nurdin Basirun dalam memimpin Kepri kemudian didampingi Isdianto sebagai wakil gubernur berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 44/P Tahun 2018 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Gubernur Kepulauan Riau sisa masa jabatan Tahun 2016-2021 tanggal 14 Maret 2018.
Nurdin Basirun dalam memimpin Kepri kemudian didampingi Isdianto sebagai wakil gubernur berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 44/P Tahun 2018 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Gubernur Kepulauan Riau sisa masa jabatan Tahun 2016-2021 tanggal 14 Maret 2018.
Masa kepemimpinan Nurdin Basirun cukup singkat, belum berakhir masa jabatannya. Nurdin Basirun tersandung kasus korupsi. Dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan pada Juli 2019.
Kekosongan jabatan gubernur selanjutnya diisi wakilnya, Isdianto. Isdianto menjabat gubenur tanpa didampingi wakil sampai habis masa jabatan 2016-2021.
Kemudian pada Pilkada Kepri 2020, Isdianto yang berpasangan Suryani dikalahkan dengan Ansar Ahmad yang berpasangan dengan Marlin Agustina. Ansar Ahmad dan Marlin akhirnya menjadi Gubernur dan Wakil Gubenur Kepri periode 2021-sekarang.
Ansar dan Marlin dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 40/P Tahun 2021 tanggal 24 Februari 2021. (amr)

