Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Indonesia Ajak Negara Lain Bijak Mengelola Laut

Side Event Konferensi Umum UNESCO “Ocean Science as a Pillar of Sustainable Ocean Management” di Paris, Prancis. (Foto: dok.Ditjen Kebudayaan)

Jakarta, Lendoot.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI, melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kusdiantoro sebagai salah satu panelis pada acara Side Event Konferensi Umum UNESCO berharap seluruh negara bijak dalam mengelola laut.

“Laut merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri, dijaga dan dikelola secara baik, mari bersama kita mengelola laut secara bijak untuk memberikan warisan (legacy) kepada generasi selanjutnya,” katanya di Ocean Science as a Pillar of Sustainable Ocean Management di Paris, Prancis Selasa (14/11/2023) lalu.

Menurutnya, tantangan pengelolaan laut di Indonesia semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan ruang laut dan sumber daya yang dapat mengancam kesehatan laut.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk menghindari konflik pemanfaatan ruang laut dan sumber daya laut melalui penyelenggaraan pengelolaan ruang laut yang meliputi perencanaan ruang laut, pemanfaatan ruang laut, pengendalian pemanfaatan ruang laut, dan pengawasan pemanfaatan ruang laut.

Upaya penyelamatan ekologi laut menjadi prioritas yang sangat penting. Salah satunya diwujudkan melalui rencana pengelolaan ruang laut yang mengalokasikan minimal 30 persen untuk kawasan konservasi dan preservasi bagi ekosistem penting di laut.

Disamping itu, pemanfaatan sumberdaya dan jasa lingkungan di ruang laut dilakukan melalui proses pemberian izin pemanfaatan ruang laut oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Perizinan dasar itu mempunyai status hukum yang kuat karena tanpa kepemilikan izin dalam pemanfaatan ruang laut, maka semua perizinan kegiatan berusaha tidak dapat diproses lebih lanjut tutur Kusdiantoro,” dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Dalam mempersiapkan perencanaan ruang laut ke depan, Indonesia akan mengintegrasikan penggunaan Ocean Big Data dan Ocean Account. Ocean Account telah terbukti menjadi alat yang penting, memberikan wawasan bagi para pembuat kebijakan tentang cara mengukur, mengelola, dan meningkatkan sumberdaya laut secara lebih efektif.

“Setidaknya kami memiliki 4 (strategi) strategi dalam mengembangkan pengelolaan ruang laut (Marine Spatial Planning/MSP) kedepan, yaitu (1) menerapkan digitalisasi dari perencanaan hingga pengendalian, (2) mendukung pengelolaan kesehatan laut menjadi lebih baik, (3) mendukung penerapan blue economy, dan (4) mengurangi konflik pemanfaatan ruang laut karena adanya transparansi dan partisipasi masyarakat,” tambahnya. (*/rsd)

Exit mobile version