Lingga – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep memperkuat koordinasi lintas instansi melalui Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Hal itu untuk memastikan pengawasan warga negara asing (WNA) berjalan efektif tanpa menghambat perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Lingga.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Dabo Singkep, Indra Dwi Hapsoro, mengatakan Timpora menjadi wadah bagi berbagai instansi. Terutama untuk saling bertukar informasi terkait keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Lingga.
“Target kita berkolaborasi dari beberapa instansi, khususnya di Kabupaten Lingga, agar saling bertukar informasi. Dengan begitu pengawasan bisa lebih cepat dan tepat,” kata Indra, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat penting karena pengawasan orang asing tidak bisa dilakukan oleh Imigrasi semata. Dukungan data dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan menjadi kunci dalam mendeteksi dan memantau keberadaan WNA.
“Salah satu contoh kolaborasi yang mulai diterapkan yakni pemanfaatan aplikasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga untuk memantau pergerakan wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi,” ujarnya
Selain itu, Imigrasi juga membuka akses layanan data keimigrasian bagi anggota Timpora dan instansi terkait yang membutuhkan informasi keberadaan orang asing sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan memperkuat pengawasan sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang cepat ketika ditemukan persoalan di lapangan.
“Timpora ini menjembatani seluruh instansi untuk saling berkolaborasi, baik di dalam maupun di luar kantor, demi menjaga keamanan Lingga, khususnya dalam pengawasan orang asing,” tuturnya.
Data Imigrasi menunjukkan sebagian besar WNA yang datang ke Kabupaten Lingga berasal dari Malaysia. Sementara jumlah warga asing yang menetap dalam jangka waktu lama di daerah itu berkisar antara delapan hingga sepuluh orang.
“Dengan berbagai latar belakang, mulai dari pernikahan campuran hingga menunggu proses investasi,” katanya.
Untuk memastikan data tersebut tetap akurat, tim juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah penginapan dan lokasi usaha, termasuk di PT Tianshan Alumina Indonesia. (wan)

