NATUNA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Mengusung tema “Arif Melangkah Berjaya Tuah”, upacara HUT ke-27 Natuna berlangsung khidmat di Alun-alun Pantai Piwang, Senin (12/10/2026), dipimpin langsung Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Upacara dihadiri Wakil Bupati Jarmin Sidik, Sekda Boy Wijanarko Varianto, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Mustamin Bakri dan Daeng Amhar, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Natuna, serta tokoh masyarakat, cendekiawan, dan alim ulama.
Dalam amanatnya, Cen menegaskan bahwa hari jadi daerah bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mengenang perjuangan para pendahulu, mengevaluasi pembangunan, dan memperkuat kebersamaan untuk menghadapi tantangan ke depan.
Kabupaten Natuna terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999. Setelah 27 tahun perjalanan pembangunan, Cen menyampaikan apresiasi kepada para pejuang pembentukan daerah, mantan pemimpin, dan masyarakat yang telah berkontribusi bagi kemajuan Natuna.
Paparkan Capaian Pembangunan
Cen menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Natuna pada 2025 mencapai 78,94. Tingkat kemiskinan tercatat 4,81 persen atau turun 0,44 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, rasio Gini berada di angka 0,263 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,98 persen.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, ia menegaskan bahwa pemerataan pelayanan pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta perluasan lapangan kerja tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Natuna hingga triwulan II 2026 tercatat 9,51 persen dengan memasukkan sektor minyak dan gas bumi (migas).
Namun, pertumbuhan tanpa migas baru mencapai 0,59 persen, meski membaik dibandingkan kontraksi 1,61 persen pada tahun sebelumnya.
Menurut Cen, kondisi tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat sektor produktif di luar migas agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, termasuk nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan Anggaran Rp637,5 Miliar
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Cen mengungkapkan Natuna memperoleh dukungan anggaran dari APBN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2026 senilai sekitar Rp637,53 miliar.
Dukungan tersebut mencakup berbagai program strategis di bidang infrastruktur, pendidikan, perikanan, pertanian, perumahan, ketahanan pangan, dan pelayanan masyarakat.
Sejumlah program yang disampaikan dalam amanatnya antara lain pembangunan Pasar JICA senilai Rp91,08 miliar, Kampung Nelayan Merah Putih di 20 lokasi sebesar Rp95,73 miliar, serta revitalisasi 62 sekolah dengan anggaran Rp39,34 miliar.
Pemerintah juga mengalokasikan Rp41,7 miliar untuk pembangunan jalan Kelarik Hulu–Segeram dan Rp75,9 miliar untuk pengaman pantai Kepala Tahap II.
Di bidang pendidikan, terdapat pembangunan Sekolah Rakyat dengan anggaran sekitar Rp215,75 miliar.
Sementara itu, program perbaikan 393 rumah tidak layak huni (RTLH) mendapat alokasi Rp7,86 miliar.
Program lainnya meliputi pembangunan gudang Bulog di Pulau Laut, Midai, dan Serasan; hilirisasi kelapa dalam seluas 350 hektare senilai Rp2,26 miliar; serta berbagai pembangunan irigasi, air baku, normalisasi sungai, dan infrastruktur pertanian.
Untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi kepulauan, anggaran juga dialokasikan bagi rehabilitasi Pelabuhan Selat Lampa sebesar Rp25,14 miliar, pembangunan dermaga apung Rp3,49 miliar, serta jembatan Sekunyam–Pian Tengah senilai Rp7,92 miliar.
Selain itu, program asuransi nelayan memberikan perlindungan kepada 4.361 orang, sedangkan beasiswa pada 2026 diberikan kepada 76 putra-putri Natuna.
Cen juga menyampaikan program Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di 77 desa/kelurahan.
Minta Program Dikawal Bersama
Cen menegaskan, dukungan anggaran dan berbagai program pembangunan harus dimanfaatkan secara optimal agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengakui keterbatasan fiskal daerah membutuhkan perencanaan yang terukur, penetapan prioritas, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal pelaksanaan program, menjaga hasil pembangunan, dan memperkuat gotong royong dalam membangun Natuna.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya program, tetapi juga oleh manfaat yang dirasakan masyarakat, pemerataan pembangunan antarpulau, dan terbukanya kesempatan ekonomi.
Menutup amanatnya, Cen menyampaikan harapan agar Kabupaten Natuna semakin maju, makmur, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai luhur masyarakatnya. (Rap)

