ANAMBAS — Memasuki hari kedua, operasi pencarian terhadap Bachtiar (61), nelayan asal Desa Genting Pulur, yang hilang kontak saat pergi memancing di perairan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali dilanjutkan pada Senin (12/10/2026).
Tim SAR Gabungan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna untuk menyisir area pencarian seluas 550 mil laut persegi (nautical mile/NM). Penyisiran difokuskan di sekitar titik perkiraan hilang kontak di perairan Batu Bulu–Pulau Serak, Jemaja.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, S.E., mengatakan operasi pencarian hari kedua masih menghadapi kendala jarak pandang terbatas akibat kabut asap.
Pada pencarian hari pertama, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun perahu yang digunakannya untuk memancing.
“Pencarian hari kedua kembali kita upayakan hari ini. Kemarin, upaya pencarian belum menemukan titik terang atau tanda-tanda keberadaan nelayan yang dicari,” ujar Abdul Rahman.
Ia mengimbau nelayan dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi agar turut membantu pencarian, terutama jika melihat pompong berwarna hijau-abu-abu yang diduga digunakan korban.
“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan hingga kapal-kapal yang melintas di sekitar radius 15 NM dari koordinat tersebut untuk turut membantu. Apabila melihat pompong berwarna hijau-abu-abu, agar segera melaporkan kepada Pos SAR Anambas atau pemerintah daerah,” pintanya.
Titik perkiraan hilang kontak korban berada pada koordinat 2°47’8.76″ LU dan 105°53’56.19″ BT. Informasi dari masyarakat maupun pengguna jalur pelayaran di sekitar lokasi diharapkan dapat membantu mempercepat upaya pencarian.
Untuk menjangkau area operasi, Tim SAR bergerak dari Pelabuhan Berhala, Letung, dengan jarak sekitar 17 mil laut menggunakan RIB 02 Natuna. Langkah tersebut dilakukan untuk memangkas jarak tempuh menuju lokasi penyisiran.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, yakni Posal Jemaja, Polsek Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, TRC Jemaja Timur, Pemerintah Desa Genting Pulur, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja.
Hingga Senin, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan. Upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan Bachtiar, sementara dukungan informasi dari nelayan dan kapal yang melintas menjadi salah satu hal penting dalam operasi tersebut. (Rap)

