Banyak yang belum tahu kalau Presiden RI Pertama, Soekarno memiliki nama lain. Nama itu adalah Koesno Sosrodihardjo yang terlahir pada 6 Juni 1901 di Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.
Nama Koesno atau Kusno diberikan orangtuanya ketika lahir. Hanya saja, karena Kusno kecil sering sakit-sakitan maka ketika berumur 11 tahun, oleh ayahnya namanya diubah menjadi Soekarno.
Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama Karna menjadi Karno karena dalam bahasa Jawa huruf “a” berubah menjadi “o” sedangkan awalan “su” memiliki arti “baik”.
Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Selain itu tidak mudah untuk mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun.
Soekarno merupakan Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967. Soekarno adalah seorang tokoh perjuangan yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.
Soekarno adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) pada tanggal 17 Agustus 1945.
Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.
Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno.
Soekarno menyebutkan bahwa nama Achmed didapatnya ketika menunaikan ibadah haji. Dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Soekarno dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab.
Dalam buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia dijelaskan bahwa namanya hanya “Sukarno” saja, karena dalam masyarakat Indonesia bukan hal yang tidak biasa memiliki nama yang terdiri satu kata. (wikipedia.org/msa)

