Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Harga Cabai di Karimun Beransur Turun

Selain tensi politik dalam negeri, Perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda telah lebih dahulu mempengaruhi harga pangan. Ini karena negara pemasok memilih menutup keran ekspor. Oleh karena itu pasokan pangan harus benar-benar dijaga, demi stabilitas harga di pasar. Terpantau harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan telur berangsur turun dan relatif stabil.

Ilustrasi cabai di Pasar Puan Maimun. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Pasca Lebaran Raya Idul Adha, harga komoditas jenis cabai merah di pasar- pasar tradisional wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau perlahan turun.

Setelah sebelumnya sempat alami kenaikan signifikan hingga Rp140 ribu perkilogram, pertanggal 18 Juli 2022 kini untuk 1kg cabai merah dihargai Rp100 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun Basori mengatakan, harga komoditas jenis cabai merah yang sempat melesat tinggi jelang Lebaran Idul Adha 1443 Hijriyah, saat ini turun secara bertahap.

“Pertanggal 18 Juli 2022 di pasar- pasar tradisional Karimun harga cabai mulai alami penurunan. Rata-rata sudah Rp100 ribu perkilo,” kata Basori, Senin (18/7/2022).

Ia berharap, harga bahan pokok akan segera normal kembali karena masyarakat sudah mengeluhkan sejak lama perihal itu.

“Kami terus melakukan pengawasan. Semoga dalam waktu dekat bisa turun lagi menuju normal. Saat ini, beberapa daerah di Indonesia mulai memasuki panen raya, itu kami harap dapat berdampak ke penurunan harga,” katanya.

Penurunan komoditas cabai lainnya juga ikut turun, seperti cabai rawit yang sebelumnya sempat menyentuh harga Rp120ribu, kini dijual dengan harga Rp75 ribu perkilogram, dan jenis cabai hijau kini dijual Rp70 ribu. (rko)

Exit mobile version