Tanjungpinang – Kota Gurindam bersiap menyambut perhelatan religius akbar. Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XX tingkat Kota Tanjungpinang dijadwalkan berlangsung meriah mulai 27 April hingga 3 Mei 2026. Berlokasi strategis di kawasan Melayu Square, Jalan Hang Tuah, seremoni pembukaan akan digelar, Senin (27/4) malam pukul 20.00 WIB.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang sekaligus Ketua LPTQ, Raja Ariza, menegaskan bahwa kesuksesan agenda ini merupakan tanggung jawab kolektif demi mewujudkan Tanjungpinang yang religius dan berbudaya.
Dalam rapat persiapan akhir di Kantor Wali Kota, Jumat (24/4), Raja Ariza mengimbau masyarakat untuk hadir tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari syiar Islam di ibu kota Provinsi Kepri ini.
“Ajak keluarga dan kerabat untuk datang meramaikan. Kehadiran masyarakat sangat penting, tidak hanya untuk memberi semangat kepada para kafilah yang berlomba, tetapi juga untuk menghidupkan geliat ekonomi melalui bazar yang kami sediakan,” ujar Raja Ariza.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan jajaran lengkap, mulai dari Kementerian Agama, Polresta Tanjungpinang, LAM, PLN, Baznas, hingga jajaran OPD terkait. Fokus utama pembahasan meliputi sterilisasi lokasi, manajemen jadwal, hingga pengamanan alur massa.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan peresmian MTQH Expo dan pelantikan Dewan Hakim. Selain itu, Pawai Ta’aruf yang ikonik akan digelar dengan rute dari Tugu Pensil, menyusuri Jalan H. Agus Salim, dan berakhir di Jalan Hang Tuah.
Sisi ekonomi kreatif menjadi daya tarik tersendiri pada gelaran tahun ini. Sebanyak 57 stan akan menghiasi MTQH Expo, yang diisi oleh instansi pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, perbankan, hingga organisasi wanita seperti PKK dan Jalasenastri.
Tak ketinggalan, 25 tenda khusus pelaku IKM binaan Disnakerkopum akan turut menjajakan produk-produk unggulan lokal, menjadikannya destinasi wisata religi sekaligus belanja bagi pengunjung.
MTQH XX tahun ini mempertandingkan berbagai cabang bergengsi, mulai dari Tilawah Al-Qur’an (anak-anak hingga dewasa), Qiraat, Tahfidz 30 Juz, Fahmil, Syarhil, Khattil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, hingga Hafalan Hadits. Semarak acara juga akan dipadukan dengan perlombaan seni Islami seperti Marawis dan Kasidah Rebana.
“Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits Kita Wujudkan Khazanah Berbudaya yang Agamis, Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berprestasi Menuju Tanjungpinang yang Religius, Tertib, Berintegritas, dan Berbudaya.”
Melalui perhelatan ini, Pemko Tanjungpinang berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi sekaligus menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir. (fji)

