NATUNA – Empat warga yang sebelumnya dilaporkan tersesat di kawasan Hutan Gunung Bedung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah menjalani pencarian oleh Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna.Keempat warga tersebut yakni Wardi (39), Supriadi (44), Arudin (40), dan Irfan (40).
Mereka ditemukan Tim SAR pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan tersesat saat beraktivitas di kawasan hutan.
Setelah dievakuasi, keempat warga kemudian diserahterimakan kepada pelapor, Lurah Ranai Darat, serta pihak keluarga pada Jumat sekitar pukul 15.30 WIB di Kantor SAR Natuna.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat.
“Keempat warga yang sebelumnya dilaporkan tersesat saat beraktivitas di sekitar Hutan Gunung Bedung telah kami serahterimakan kepada pihak pelapor dan keluarga dalam kondisi selamat dan sehat,” ujar Abdul Rahman.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Dukungan tersebut antara lain datang dari KUPS Geopark Gunung Ranai, masyarakat Desa Selemam, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Menurutnya, keberhasilan menemukan keempat warga tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
SAR Ingatkan Pentingnya Persiapan Sebelum Masuk Hutan
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh risiko ketika beraktivitas di kawasan hutan.
Abdul Rahman mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dan perlengkapan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka.
Sejumlah perlengkapan dasar seperti peluit, senter, cermin pantul cahaya, dan jas hujan perlu dibawa.
Untuk komunikasi, masyarakat juga disarankan menggunakan radio komunikasi atau telepon satelit apabila memungkinkan.
Selain perlengkapan, perencanaan perjalanan juga harus dilakukan dengan matang, termasuk memperhitungkan kebutuhan makanan, minuman, kondisi fisik, serta mengenali medan dan jalur yang akan dilalui.
Masyarakat juga diminta menyampaikan rencana perjalanan kepada keluarga maupun perangkat desa. Informasi mengenai titik masuk hutan, tujuan perjalanan, hingga perkiraan waktu kembali dapat menjadi informasi penting apabila terjadi keadaan darurat.
“Keterbukaan informasi ini sangat membantu Tim SAR dalam mempercepat proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat. Jangan pernah meremehkan risiko di hutan,” tegas Abdul Rahman.
Kantor SAR Natuna mengingatkan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan persiapan yang matang dan informasi perjalanan yang jelas, risiko dalam aktivitas di alam terbuka dapat diminimalkan. (Rap)

