Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Dua SMK di Natuna Kolaborasi Kembangkan Teaching Factory Perikanan Berbasis BLUD

Foto bersama seusai penandatanganan MoU. (ft rusdiandika)

Foto bersama seusai penandatanganan MoU. (ft rusdiandika)

Natuna– Dua sekolah menengah kejuruan unggulan di Kabupaten Natuna, yaitu SMKN 1 Bunguran Barat dan SMKN 1 Bunguran Timur, resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam pengembangan Teaching Factory (TEFA) pada bidang Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPI).

Kegiatan penandatanganan MoU ini berlangsung di SMKN 1 Bunguran Barat pada Rabu (28/01/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Sutomo, S.Pd.

Pada kesempatan tersebut, Kepala SMKN 1 Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar-SMKN dalam pengembangan program Teaching Factory berbasis industri dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Teaching Factory tidak hanya menjadi tempat belajar praktik bagi siswa, tetapi juga harus dikelola dengan sistem bisnis yang nyata. Melalui BLUD, sekolah dapat mengelola unit produksi dan jasa secara profesional, menghasilkan produk olahan perikanan yang bernilai jual, dan menyiapkan siswa siap kerja maupun wirausaha,” ujar Ifal pada Kamis (29/01/2026).

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan budi daya perikanan air laut dan pengolahan hasil perikanan yang berkelanjutan di wilayah pesisir Natuna.

“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan potensi daerah. Natuna memiliki sumber daya laut yang melimpah, dan siswa harus dilatih untuk bisa mengolah, memasarkan, serta menciptakan inovasi produk perikanan yang bernilai tinggi,” katanya.

Program TEFA APHPI ini mencakup berbagai kegiatan pembelajaran berbasis produksi, antara lain:

Pengolahan hasil tangkapan laut menjadi produk olahan seperti kerupuk ikan, nugget ikan, dan produk beku siap saji.

Penerapan teknologi budi daya ikan laut yang ramah lingkungan.

Pengelolaan administrasi dan keuangan berbasis BLUD, agar unit usaha sekolah bisa mandiri dan berkelanjutan.

Kerja sama ini juga akan membuka ruang bagi pertukaran pengalaman guru dan siswa, pelaksanaan praktik kerja industri bersama, serta pengembangan produk unggulan sekolah yang berpotensi menjadi komoditas ekonomi lokal.

Melalui sinergi dua SMK ini, diharapkan muncul model Teaching Factory berbasis potensi maritim Natuna, yang tidak hanya mendukung kurikulum Merdeka Belajar, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat pesisir.

“Kami berharap ini menjadi langkah awal menuju SMK yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi pendidikan vokasi Indonesia,” pungkasnya. (Rap)

Exit mobile version