Batam – Komisi II DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas permasalahan harga dan distribusi gas LPG 3 Kilogram (Kg).
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa harga LPG 3 Kg di Batam masih bervariasi dan belum sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.
Ketua Komisi II DPRD Batam, Muhammad Yunus Muda yang memimpin rapat tersebut, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan agar harga LPG 3 kg di Batam sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami akan memanggil seluruh pihak terkait untuk mencari solusi atas masalah ini,” ujarnya.
DPRD Kota Batam juga berkomitmen untuk mengawasi distribusi gas LPG 3 kg agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran. Melalui rapat dengar pendapat, DPRD Batam meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai disparitas harga dan distribusi LPG 3 kg yang terjadi di Batam.
Anggota DPRD Kota Batam, Setya Putra Tarigan, menyoroti adanya praktik penjualan LPG 3 Kg di minimarket dan tempat-tempat lain yang tidak seharusnya. “Hal ini menunjukkan adanya penyimpangan distribusi,” ujarnya.
Dari rapat itu juga terungkap, DPRD Kota Batam berencana membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas masalah harga dan distribusi LPG 3 kg secara lebih mendalam. Langkah ini diambil untuk mencari solusi jangka panjang agar masalah ini dapat teratasi.
“Pansus akan bertugas untuk melakukan investigasi lebih lanjut dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang diperlukan,” ujar Muhammad Yunus Muda.
Rapat yang dipimpin Muhammad Yunus Muda ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi II, Muhammad Syafei, Sekretaris Komisi II, Safari Ramadhan, Anggota Komisi II lainnya seperti, Muhammad Syafei, Gabriel A. Sianturi, Umi Kalsum, H. Sulaiman, Setia Putra Tarigan, Kamaruddin dan Yefri. Turut hadir juga Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau dan Sales Branch Manager PT Pertamina, Gilang Hisyam Hasyemi.
Menanggapi hal ini, Sales Branch Manager PT Pertamina, Gilang Hisyam Hasyemi, memastikan pasokan LPG 3 Kg di Batam dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, kondisi di Batam relatif baik dibandingkan daerah lain, terutama di Jawa. Kami berharap distribusi tetap lancar hingga masa Satgas Ramadan – Idul Fitri, agar masyarakat mudah mendapatkan gas di pangkalan resmi Pertamina,” ujar Gilang.
Terkait penjualan gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer, Pertamina masih menunggu arahan dari pemerintah. “Sebagai operator, kami akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan, baik dari pusat maupun daerah,” katanya. (rst)

