Tanjungpinang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang menggelar Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2025. Acara ini berlangsung di aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Kamis (10/4/2025).
Lomba ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat dalam menciptakan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. Teknologi Tepat Guna diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk berbagai permasalahan di tingkat masyarakat.
Acara pembukaan lomba dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, para peserta lomba, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Kepala DP3APM menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti lomba ini. Beliau berharap, lomba ini dapat memicu lahirnya inovasi-inovasi yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Para peserta lomba akan mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil karya teknologi tepat guna mereka di hadapan dewan juri. Berbagai kategori inovasi dilombakan, mencakup bidang pertanian, perikanan, energi terbarukan, pengolahan limbah, kesehatan, dan lain-lain.
Dewan juri yang terdiri dari para ahli di bidang teknologi dan pemberdayaan masyarakat akan menilai karya-karya inovasi berdasarkan kriteria seperti tingkat inovasi, manfaat, kemudahan penerapan, biaya produksi, dan potensi keberlanjutan.
Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbagi ide dan solusi kreatif, serta mendorong adopsi teknologi yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat di Kota Tanjungpinang. Pemenang lomba akan diumumkan pada acara penutupan yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyebut teknologi tepat guna sebagai upaya untuk mendorong generasi muda terus berinovasi lewat teknologi sederhana yang aplikatif dan memiliki nilai ekonomi.
“Teknologi tepat guna ini mendorong sekolah-sekolah agar berinovasi. Teknologinya mungkin sederhana, tapi mampu menghasilkan produk yang bernilai dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Lis, usai membuka kegiatan tersebut.
Lomba TTG tahun ini diikuti oleh 12 tim dari berbagai sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Tanjungpinang (1 alat TTG), SMK Negeri 3 Tanjungpinang (4 alat), SMP Islam De Green Camp (6 alat), dan SMPT Islam De Green Camp (1 alat).
Ragam inovasi ditampilkan, mulai dari salep herbal daun suruhan, alat pembuat biogas dari sampah organik, mesin pengasap ikan, pengiris bawang, hingga pencacah daun portabel. (tc/Dinas Kominfo).

