Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

DJBC Khusus Kepri Gagalkan Penyelundupan senilai Rp19 Miliar Benih Lobster

Pelepasliaran 123.082 ekor benih lobster senilai Rp 19 miliar yang akan diselundupkan diduga ke Malaysia. (ft djbckepri)

Pelepasliaran 123.082 ekor benih lobster senilai Rp 19 miliar yang akan diselundupkan diduga ke Malaysia. (ft djbckepri)

Karimun, Lendoot. com – DJBC Khusu Kepri menegah penyelundupan 123.082 ekor benih lobster senilai Rp19 miliar yang diduga akan dibawa ke Malaysia.

Penindakan ini dilakukan satuan patroli Bea Cukai Kepulauan Riau bersama Lantamal IV, Bakamla RI dan BAIS TNI.

Dari hasil pencacahan petugas, berjenis lobster pasir sebanyak 105.047 ekor dengan nilai Rp 15.757.050.000 dan jenis lobster mutiara 18.035 ekor dengan nilai Rp 3.607.000.000.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Priyono Triatmojo mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi akan ada pengangkutan benih lobster menggunakan sebuah High Speed Craft (HSC)

Kemudian tim satgas patroli laut BC Kepri, Lantamal IV, Bakamla RI dan BAIS TNI melakukan koordinasi serta penjagaan di beberapa titik yang diduga akan dilewati oleh pelaku.

Akhirnya, pada Selasa (24/10/2023) sekitar pukul 02.00 WIB di Perairan Pulau Geranting, satgas patroli laut mengamati sebuah speedboat melintas yang dicurigai membawa benih lobster. Kemudian dilakukan pengejaran terhadap speedboat tersebut.

Selama dilakukan pengejaran, speedboat penyelundup dan satgas terkena karang yang mengakibatkan kandas. Namun, speedboat yang dicurigai membawa benih lobster dapat kembali bergerak dan melanjutkan pelarian.

Setelah tim satgas dapat bergerak kembali, dilakukan pencarian dengan menyusuri Perairan Pulau Kepala Jerih.

“Pukul 03.00 WIB speedboat tersebut berhasil diamankan oleh satgas dan ABK speedboat melarikan diri. Petugas akhirnya berhasil menegah dan mengamankan speedboat dan muatan benih lobster yang dikemas dalam 22 kotak styrofoam,” ujar Priyono.

Terhadap barang hasil penegahan tersebut dilakukan tindakan pengamanan dengan cara ditarik menuju ke dermaga Posal Sagulung, setelah itu dikawal menuju dermaga Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri.

Disampaikan Priyono, benih lobster merupakan komoditi dengan resiko tingkat kematian yang tinggi. Mengingat hal itu, setelah dilakukan pencacahan dan pemrosesan administrasi, petugas segera melakukan persiapan untuk pelepasliaran.

Disampaikannya, Kanwil DJBC Khusus Kepri bersama TNI-AL, Bakamla RI dan BAIS TNI akan terus memperkuat sinergi antar instansi demi melindungi negara dan masyarakat dari masuk serta keluarnya barang-barang ilegal. (yud)

Exit mobile version