Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Disperindagkop Lingga Targetkan Ekspor Produk Limbah Sabut Kelapa

KM Sentra Kelapa di Desa Resang Lingga. (ft wandy)

KM Sentra Kelapa di Desa Resang Lingga. (ft wandy)


Lingga – Setelah dua tahun terbengkalai, Industri Kecil Menengah (IKM) Sentra Kelapa di Kecamatan Singkep Selatan kembali diaktifkan Pemkab Lingga melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (DisperindagKop UKM).

Langkah awal yang dilakukan adalah memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi dua produk utama, yakni Coco Peat dan coco fiber, yang memiliki nilai ekonomi tinggi baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Untuk gebrakan awal, kita akan menjalankan produksi Coco Peat dan Coco Veber dari bahan baku sabut kelapa,” kata Kepala Bidang Industri Disperindagkop UKM Lingga, Zafrinaldi, Rabu (25/6/2025).

“Coco fiber hasil produksi pertama nantinya akan diolah kembali menjadi produk jadi seperti mabel, bantal, dan kasur yang siap pakai dan siap dipasarkan,” ujarnya.

IKM Sentra Kelapa ini akan dikelola oleh pihak ketiga, sementara Disperindagkop UKM Lingga berperan sebagai pengawas, memastikan kegiatan industri berjalan sesuai target dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami bertugas mengawasi jalannya produksi agar hasil dari IKM Sentra Kelapa masuk ke PAD. Pengelolaan sepenuhnya oleh pihak ketiga,” jelasnya.

Baca Juga : Pilkada Karimun 2024 Sukses Digelar, AKBP Roby Topan Manusiwa Apresiasi Jajaran
Zafrinaldi menegaskan, meskipun pengelolaan berada di tangan pihak ketiga, Disperindagkop UKM mendorong agar tenaga kerja berasal dari masyarakat tempatan yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan produksi.

“Kami menekan agar pekerja yang direkrut diprioritaskan dari masyarakat lokal,” tambahnya.

Produk dari IKM Sentra Kelapa ini dirancang untuk menjangkau pasar dalam negeri dan luar negeri, tergantung pada kebutuhan dan permintaan pasar.

Dengan diaktifkannya kembali IKM Sentra Kelapa, Pemerintah Kabupaten Lingga berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi ekonomi lokal berbasis kelapa yang selama ini belum termanfaatkan maksimal. (wan)

Exit mobile version