Karimun – Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri sedang bertransformasi menjadi desa yang lebih maju. Salah satunya dengan meluncurkan program inovatif “Satu Rumah, Satu Sarjana”.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa melalui pendidikan tinggi. Inisiatif ini diawali dengan sosialisasi yang dihadiri oleh Bupati Karimun terpilih, Iskandarsyah, serta berbagai pihak terkait.
Kepala Desa Pangke, Junaidi, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda desa.
Sebelum meluncurkan program “Satu Rumah, Satu Sarjana”, Desa Pangke telah lebih dulu sukses menjalankan program kursus bahasa Inggris gratis bagi pelajar SMP dan SMA. Program ini didanai oleh perusahaan swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami ingin anak-anak Desa Pangke memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik agar mereka bisa bersaing di dunia kerja yang semakin global,” ujar Junaidi.
Junaidi juga menargetkan dalam setahun, setidaknya 30 pelajar dari Desa Pangke bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Jika konsisten dijalankan selama satu dekade, maka sekitar 300 anak akan memiliki keterampilan tersebut. Lebih lanjut, mereka diharapkan dapat berbagi ilmu dengan lima orang lainnya, sehingga dalam jangka panjang, sekitar 1.500 warga Pangke bisa mahir berbahasa Inggris.
Untuk mewujudkan program “Satu Rumah, Satu Sarjana”, Desa Pangke menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Perusahaan-perusahaan memberikan beasiswa, sementara perguruan tinggi menyediakan fasilitas pendidikan.
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Karimun,” ujar Bupati Iskandarsyah. “Dengan meningkatkan kualitas SDM, kita dapat membangun desa yang lebih maju dan mandiri.”
Program “Satu Rumah, Satu Sarjana” diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi Desa Pangke, antara lain:
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat: Pendidikan tinggi akan membuka peluang kerja yang lebih baik bagi masyarakat.
- Mendorong pembangunan desa: SDM yang berkualitas akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan desa.
- Menjadi contoh bagi desa lain: Program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan program serupa.
Junaidi juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk terus mengalir. Saat ini, PT Pasific telah memberikan beasiswa bagi beberapa pelajar, meskipun jumlahnya masih terbatas. “Kami akan terus membuka peluang kerja sama dengan kampus dan perusahaan lainnya agar program ini bisa berjalan lebih luas,” katanya. (msa)

