Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Demi Kemajuan Desa, Kejari Natuna Gencarkan Edukasi Koperasi Merah Putih

Suasana kegiatan edukasi hukum Program Koperasi Merah Putih (KMP)

Natuna – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui edukasi hukum Program Koperasi Merah Putih (KMP) yang digelar di Gedung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa secara legal dan berkelanjutan.

Melalui program KITA PENDEKAR KMP (Kolaborasi Integritas Pertanahan, Pemerintah Daerah, dan Kejaksaan untuk Percepatan Sertifikat Koperasi Merah Putih), Kejari Natuna mengintensifkan sosialisasi guna mempercepat legalitas koperasi di tingkat desa.

Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, Dr. Erwin Indrapraja, S.H., M.H., menegaskan komitmen Kejaksaan dalam mengawal pelaksanaan program tersebut hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, Program Koperasi Merah Putih merupakan amanah nasional yang harus dijalankan bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sebagai program baru tentu akan muncul berbagai pertanyaan. Namun melalui komunikasi yang baik dan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis program ini dapat berjalan optimal dan membawa perubahan positif bagi desa,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bakti sosial terpadu yang melibatkan berbagai unsur, seperti Lanal Ranai, Lanud Raden Sadjad Natuna, Basarnas Natuna, BPN Natuna, BMKG Ranai, RRI Natuna, Pertamina, serta pihak swasta dan pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pemerintah Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, kepala desa se-Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, BPD, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat.Kejari Natuna juga membuka ruang konsultasi hukum bagi pemerintah desa dan masyarakat guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

“Kami siap mendampingi dan membuka ruang koordinasi seluas-luasnya agar Program Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa di Natuna,” pungkasnya. (Rap)

Exit mobile version