Lingga — Perubahan data desil masyarakat di Kabupaten Lingga memicu gelombang protes warga terhadap operator data tingkat desa. Data yang telah diinput sesuai kondisi lapangan mendadak berubah saat masuk ke sistem pusat.
Operator Data Desa Batu Kacang, Asdian, mengungkapkan bahwa sejumlah warga yang awalnya masuk desil 1–4 tiba-tiba tergeser ke desil 6–10. Akibatnya, warga berbondong-bondong mendatangi kantor desa untuk menuntut penjelasan.
“Kami sudah bekerja maksimal mengunggah data sesuai kondisi ekonomi riil masyarakat. Namun, desil yang semula sesuai tiba-tiba berubah,” ujar Asdian, Senin (7/9/2026).
Berikut beberapa poin utama terkait persoalan tersebut:
Ratusan warga terdampak: Di Desa Batu Kacang saja, ada lebih dari 100 data warga yang berubah secara tiba-tiba.
Risiko kehilangan bantuan: Perubahan ini mengancam akses warga terhadap bantuan sosial dan program beasiswa karena status ekonomi di sistem tak lagi akurat.
Sanggahan lambat diproses: Pihak desa sudah berkoordinasi dengan Dinsos PPPA Kabupaten Lingga, tetapi data yang disanggah sejak empat bulan lalu belum juga diperbaiki.
Insentif terhenti: Asdian menyoroti insentif operator desa sebesar Rp250.000/bulan yang tidak lagi cair sejak 2022.
Asdian berharap Pemerintah Kabupaten Lingga segera membenahi akurasi data serta memberikan perhatian dan apresiasi layak bagi operator desa yang menjadi ujung tombak pendataan masyarakat. (wan)

