Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga menargetkan produksi air minum dalam kemasan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali berjalan pada Agustus 2026.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengatakan PT Pembangunan Selingsing Mandiri (PSM) kini tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan produksi. Perusahaan daerah itu akan bekerja sama dengan PT Lingga Tirta Mandiri untuk mengelola usaha air mineral tersebut.
Menurut Armia, kolaborasi dengan perusahaan milik putra daerah menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali BUMD yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi. Dukungan investasi dan pengelolaan profesional dinilai menjadi kunci keberhasilan usaha tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak PT Lingga Tirta Mandiri yang merupakan perusahaan milik putra daerah Kabupaten Lingga yang sudah mau membantu berinvestasi dan mengelola BUMD,” ujar Armia, Sabtu 13 Juni 2026.
BUMD tersebut sebenarnya pernah memproduksi air mineral kemasan pada 2018. Namun operasionalnya tidak bertahan lama karena tingginya biaya produksi dan operasional yang tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh.
Saat ini, mesin produksi baru telah tiba di Kabupaten Lingga. Pemerintah daerah juga akan mendatangkan teknisi dari Jakarta untuk melakukan perakitan dan memastikan seluruh peralatan siap digunakan sesuai jadwal.
“Saat ini mesin unit produksi sudah datang ke Kabupaten Lingga. Dalam minggu ini kita juga akan mendatangkan teknisi dari Jakarta untuk merakit mesin tersebut,” katanya.
Ia optimistis produksi air mineral kali ini dapat berjalan lebih baik dibanding sebelumnya. Selain menyasar pasar lokal, produk air mineral Lingga juga direncanakan dipasarkan ke luar daerah untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan keuntungan perusahaan.
Jika berjalan sesuai rencana, kebangkitan kembali BUMD air mineral ini tidak hanya menjadi sumber PAD baru, tetapi juga membuka peluang kerja serta membuktikan bahwa potensi sumber daya daerah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. (wan)

