Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Budidaya Rumput Laut Masih Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Moro

Mata pencaharian Masyarakat Kecamatan Moro terbesar sebagai nelayan tradisional, sebagian lagi budidaya rumput laut, petani dan sisanya wiraswasta, swasta dan pegawai negeri. Di Kecamatan Moro terdapat lima Taman Kanak-kanak (TK), 22 Sekolah Dasar (SD) dan delapan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebagai daerah yang masyarakatnya heterogen, kehidupan beragama yang beraneka ragam tentulah merupakan suatu fenomena yang dapat kita lihat pada masyarakat, termasuk masyarakat Kecamatan Moro.

Masyarakat Moro yang sedang mengerjakan pemiliihan rumput laut dalam budidaya rumput laut di Moro. (ft azlan)

Karimun, Lendoot.com – Budidaya rumput laut di wilayah Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun masih menjanjikan dan masih menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kecamatan Moro.

Budidaya rumput laut yang saat ini sedang dibudidayakan sebagian masyarakat Moro cukup signifikan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat.

Bagi masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah tersebut, budidaya rumput laut masih sangat menjanjikan untuk peningkatan ekonomi mereka.

Risman seorang warga pembudidaya rumput laut di Moro mengatakan mengapa rumput laut perlu dikembangkan? “ Sebab, di perairan Moro yang paling cocok tumbuh rumput laut,” ujarnya.

Rumput laut saat ini banyak dibudidaya di wilayah Pulau Sugi besar, Pulau Keban, Pulau Bahan, Semokol, Pulau Jage bahkan sampai Pauh.

Sementara itu, Azlan seorang warga pembudidaya yang juga merambah di bisnis rumput laut olahan belum lama ini mengatakan, budidaya rumput laut di Moro masih sangat menjanjikan.

“Masih menjanjikan. Dan kalau nilainya ingin lebih tinggi, kita harus kreatif seperti membuat rumput laut menjadi bahan olahan, seperti kosmetik dan lainnya,” ungkapnya yang telah memproduksi olahan rumput laut dengan merek Moros Collagen itu.

Exit mobile version