NATUNA – Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, berharap pengembangan sektor perikanan darat di daerah itu dapat berjalan lebih intens dan berkelanjutan, seiring upaya pemerintah mendorong budidaya ikan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Jarmin saat membuka kegiatan penyaluran bibit ikan lele dan nila kepada enam kelompok pembudidaya di Balai Benih Ikan (BBI), Sepempang, Kabupaten Natuna, Jumat (11/9/2026).
Jarmin mengatakan, ke depan bantuan untuk kelompok pembudidaya diharapkan dapat terus ditingkatkan. Terlebih, ketersediaan bibit kini mulai dapat dipenuhi dari hasil pemijahan di Natuna sehingga tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Ke depan makin banyak lagi bantuannya. Apalagi bibit ini kita tidak ambil dari luar lagi, tapi langsung dibibitkan di Natuna,” ujar Jarmin.
Menurutnya, pengembangan budidaya ikan memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menumbuhkan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat.
“Ini juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat dan bisa menggerakkan ekonomi di masyarakat kita,” katanya.
Karena itu, Jarmin meminta program pengembangan budidaya ikan tetap dimasukkan dalam perencanaan program pemerintah daerah ke depan.
“Makanya tadi saya pesan dengan Pak Kadis, masukkanlah lagi program ini ke depannya. Karena ini juga tidak perlu banyak-banyak, sudah bisa dikembangkan sendiri,” ujarnya.
Jarmin menekankan keberlanjutan menjadi hal penting dalam program tersebut. Menurutnya, bantuan bibit yang diberikan pemerintah harus mampu menjadi titik awal agar kelompok pembudidaya dapat mengembangkan usaha secara mandiri.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada satu kali pemberian bantuan, tetapi terus berkembang sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Harapan pemerintah dan masyarakat supaya ini berkelanjutan,” tuturnya.
BBI Juga Jadi Perhatian
Selain keberlanjutan program budidaya, Jarmin turut menyoroti kondisi fasilitas di Balai Benih Ikan Sepempang.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah bagian bangunan dan fasilitas yang perlu diperbaiki.
Menurut Jarmin, kondisi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam pembahasan program dan anggaran tahun 2027, terutama jika kebutuhan perbaikan telah masuk dalam dokumen perencanaan daerah.
“Nanti kita lihat dalam pembahasan 2027. Saya tengok kantornya juga sudah banyak yang rusak,” katanya.
Jarmin mengatakan, pemerintah daerah akan melihat skala prioritas dan kemampuan anggaran untuk menentukan fasilitas yang perlu lebih dahulu diperbaiki.
“Kalau memang ada di dalam RKPD, kami coba diskusi dulu. Jangan-jangan bisa juga, paling tidak kita perbaikilah mana yang rusak-rusak itu, yang diprioritaskan dulu. Tadi saya sudah sampaikan, kita cari dana, kita cari apa yang diprioritaskan,” ujarnya.
Ia menilai pembenahan fasilitas penting dilakukan karena bangunan tersebut telah dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna.
Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik.
“Dan itu kan sudah dihibahkan ke kabupaten. Jadi bagaimanapun tanggung jawab kita,” kata Jarmin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, menyampaikan bahwa penyaluran bibit kali ini merupakan pembagian untuk siklus ketiga.
Pada siklus tersebut terdapat enam kelompok penerima, terdiri dari satu kelompok pembudidaya ikan nila dan lima kelompok pembudidaya ikan lele.Hadi mengatakan dukungan pemerintah tetap diperlukan agar pelaku usaha mikro di bidang budidaya dapat berjalan dengan baik.
Meski kondisi keuangan daerah menghadapi keterbatasan, menurutnya, dukungan pimpinan memungkinkan kegiatan pemijahan dan penyaluran bibit tetap dilakukan.
“Kami berharap dari Wabup bisa memberikan arahan kepada para penerima bantuan ini, bagaimana ke depannya bisa berkembang dan berkesinambungan,” ujar Hadi.
Melalui penyediaan bibit yang mulai dapat dilakukan di Natuna serta dukungan pemerintah daerah, pengembangan perikanan darat diharapkan tidak hanya menghasilkan ikan untuk kebutuhan masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang. (Rap)

