Karimun, Lendoot.com – Peristiwa perseteruan yang terjadi, September tahun lalu antara sebagian warga Desa Pangke Barat dengan Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Karimun, akhirnya terselesaikan.
Proses perdamaian ini digelar di rumah dinas Bupati Karimun. ”Alhamdulillah, penyelesaian masalah kekerasan yang terjadi antara sebagian masyarakat Pangke Barat, Kecamatan Barat dengan pihak RSBT Karimun, berhasil terselesaikan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.
Perdamaian ini dihadiri perwakilan RSBT Karimun bersama kuasa hukumnya, dan perwakilan warga Pangke Barat dengan kuasa hukumnya serta pihak kepolisian Polres Karimun.
Bupati Rafiq mengatakan dirinya berada di posisi penengah terkait persoalan antara sebagian Warga Pangke Barat dengan RSBT tersebut. Menurutnya Pihak Karimun RSBT Karimun dan sebagian warga Pangke Barat, semuanya merupakan masyarakat Kabupaten Karimun.
Dari pihak RSBT sudah ikhlas memberikan maaf atas peristiwa kekerasan yang terjadi hampir setahun lalu. “’Dari pihak perwakilan sebagian warga Desa Pangke Barat sudah menyampaikan penyesalannya dan juga telah meminta maaf kepada perwakilan tenaga medis RSBT yang menjadi korban kekerasan,” jelas Rafiq.
Pemerintah kabupaten Karimun menjamin adanya perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Khususnya, tenaga kesehatan di RSBT Karimun dari tindakan kekerasan dan diskriminasi bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas.
Sementara itu, Ketua RW 003 Desa Pangke Barat, Burhanuddin secara terpisah menyebutkan, atas nama warga dengan ini menyatakan permohonan maaf sedalam-dalamnya dan tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana dalam bentuk apa pun terhadap RSBT Karimun.
”Termasuk juga terhadap perawat dan Satpam RSBT. Dan tidak akan mempermasalahkan permasalahan yang telah terjadi. Kami saling memaafkan. Melalui permohonan maaf ini, diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara RSBT dengan masyarakat Pangke Barat,” ungkap Burhan sapaannya. (msa)

