Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

BENARKAH? Pemkab Karimun Lebih Pentingkan Bangun Fisik Instansi Vertikal Ketimbang Kesehajateraan Pegawainya

“Masih menunggu aturan atau ketentuan baru dari pemerintah pusat. Pemkab Karimun masih akan mengeluarkan SK perpanjangan tenaga honorer,” kata Sudarmadi. Disampaikannya, sesuai dengan data saat ini ada 574 orang calon P3K yang sedang diproses ditingkat daerah dan di pusat. Rincian 574 calon P3K ini terdiri dari 51 orang tenaga kesehatan. Validasi dokumen dan ownerbitan nomor induk pegawai

ilustrasi pegawai honor atau pegawai non-ASN saat upacara beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun; Lendoot.com – Pemkab Karimun mendapat sorotan dari masyarakat  terkait rasa ketidakpedulian, atau sense of crisis terhadap program-program pembangunannya.

Dari laporan masyarakat, Pemkab Karimun lebih memilih menganggarkan fisik bangunan di instansi vertical, ketimbang menganggarkan kesehjateraan pegawainya.

“Gaji kami sebagai honor dipangkas. Ada yang 50 persen ada juga yang sampai  60 persen. Sementara itu pembangunan gedung fisik di instansi vertikal jalan terus. Seperti Tak ada sense of crisis,” kata seorang honorer daerah yang namanya wanti-wanti tidak disebutkan kepada mediakepri.co, Selasa 31 Agustus 2021.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga wanti-wanti namanya tak disebut, mengungkapkan hal senada.

“Kenapa proyek fisik, itu seperti gedung serbaguna Polres Karimun dan rumah dinas kejaksaan di Moro, dapat dianggarkan. Sementara tunjangan (TPP) kami malah dipangkas. Apa bangunan itu lebih penting dari perut kami?” kata pegawai tersebut.

Saat ini ada dua proyek fisik yang sedang dikerjakan Pemkab Karimun yang anggarannya bersumber dari APBD 2021.

Seperti disebutkan sumber mediakepri proyek fisik itu di antaranya proyek pembangunan gedung serbaguna di Mapolres Karimun dan rumah dinas kejaksaan di Moro.

Sementara itu, Sekdakab Karimun Muhammad Firmansyah kepada mediakepri.co ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban secara tegas terkait sorotan tersebut.

“Kalau mau konfirmasi ini ke langsung dengan Bupati Karimun saja, atau Pak Djunaidi (Kepala Badan Perencaan dan Pengembangan Daerah Karimun, red),” jawab Muhammad Firmansyah.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq yang coba dihubungi dan diberi pesan via WhatsApp tidak memberikan responsenya.

Demikian juga, Djunaidi nomor ponselnya sudah tidak aktif lagi. Didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. (*/msa)

sumber: MEDIAKEPRI.co

Exit mobile version