Bintan, Lendoot.com – Melalui Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, Sykur Harianto, nelayan tradisional mengeluh tidak dapat mencari ikan untuk nafkah hidup keluarganya karena tak memiliki kartu nelayan.
Ini ditengarai karena masih sulitnya sejumlah nelayan tradisional di Kabupaten Bintan karena mengalami kelangkaan BBM tersebut, terlebib BBM subsidi yang hanya didapat nelayan yang memiliki kartu nelayan saja.
Syukur Harianto atau kerap disapa Buyung Adli mengatakan, penerapan kartu kendali BBM yang banyak belum dimiliki sebagian nelayan tradisional ditambaj dengan kelangkaan saat ini.
“Permasalahan di Bintan ada dua, yakni nelayan yang tidak punya kartu tak bisa dapat BBM subsidi, dan lagi solarnya memang tak ada,” katanya seperti dikutip dari sijoritoday.com, Rabu (18/10/2022) malam.
Akibat kelangkaan BBM subsidi, tambahnya, sebagian nelayan memilih untuk menambatkan kapalnya, namun ada sebagian pula yang terpaksa melaut dengan membeli BBM eceran Rp8 ribu per liter nya.
“Ada beberapa nelayan yang masih dapat solar bisa melaut, yang tidak dapat solar ya parkir,” tuturnya.
Buyung meminta agar pemerintah melakukan pendataan ulang karena masih banyak nelayan yang belum mendapatkan kartu kendali BBM.
Menurutnya, sebagian besar nelayan tradisional tidak memahami alur pendaftaran kartu kendali sehingga pemerintah perlu jemput bola ke pelabuhan nelayan tradisional.
Selain itu, pemerintah perlu memastikan tidak ada kapal yang didaftarkan lebih dari dua kartu kendali.
“Ada juga yang kartu subsidi BBM nya keluar tapi orang lain yang megang, dan ada dugaan kapal yang sama digunakan lebih dari satu orang,” terangnya.
Buyung menambahkan, pemerintah perlu memperketat pengawasan di SPBU untuk memastikan BBM tepat sasaran. (*/amr)

