Batam – Expo tahunan Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Disperindag dan Dekranasda Kota Batam ini bertujuan melestarikan budaya kreatif dan memperkuat industri batik lokal.
BBFW 2025 berlangsung meriah di Dataran Engku Putri Batam, sejak 30 September hingga 4 Oktober 2025, dengan partisipasi 106 pelaku IKM, desainer, dan UMKM.
Li Claudia Chandra menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk mengangkat Batam sebagai kota modern yang tetap berakar pada budaya.
“Batik adalah warisan leluhur yang diakui dunia, bahkan oleh UNESCO. Di tangan para kreator dan pelaku UMKM Batam, batik menjadi lebih hidup dan penuh warna, merepresentasikan semangat kota kita yang dinamis,” kata Li Claudia, Kamis (2/10/2025).
Ia berharap BBFW tahun ini menjadi panggung kolaborasi yang membuka peluang pasar dan memotivasi generasi muda untuk mencintai batik.
Motif Barelang Jadi Ikon dan Capaian Ekonomi Fantastis
Tahun ini, BBFW secara khusus mengangkat motif Jembatan Barelang sebagai ikon yang memadukan modernisasi dengan warisan budaya Batam. Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, melaporkan bahwa sejak diluncurkan dua bulan lalu, motif ikonik ini berhasil mendongkrak omzet pelaku IKM hingga mencapai Rp1,5 miliar.
“Ini capaian fantastis sekaligus bukti bahwa kreativitas dan budaya mampu menggerakkan roda perekonomian,” ujar Gustian Riau.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menambahkan bahwa BBFW 2025 adalah bentuk apresiasi kepada pengrajin sekaligus upaya mempublikasikan batik Batam ke pasar yang lebih luas. Ia menegaskan, sudah lebih dari 20 motif batik Batam yang telah mendapatkan paten dan HAKI, termasuk Batik Marlin.
“Banyak motif batik Batam yang merepresentasikan kearifan lokal, seperti gonggong, kerang, kuda laut, dan Jembatan Barelang,” jelas Amsakar, sambil menyebut bahwa publikasi batik lokal sangat penting mengingat Batam adalah daerah MICE dengan banyak kunjungan wisatawan mancanegara.
Batik Sebagai Identitas dan Cerita Bangsa
Ketua Dekranasda Batam, Erlita Sari Amsakar, menegaskan bahwa batik Batam bukan sekadar kain, melainkan cerita, identitas, dan kebanggaan.
Rangkaian BBFW meliputi bazar kuliner, expo produk UMKM, workshop membatik, hingga malam puncak fashion show dan launching logo BBFW yang sudah di-HAKI. Peresmian ditandai dengan aksi mewarnai batik sepanjang 10 meter.
“Selamat Hari Batik Nasional. Batik Batam hadir sebagai wujud kreativitas dan menjembatani warisan budaya mendunia,” tutup Erlita. (rst)

