Karimun – Penipu yang mengatasnamakan PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Kepri, terjadi lagi. Penipuan ini bermodus dalam kwitansi penggantian ID pelanggan mengatasnamakan PLN dengan memungut biaya penggantian.
Konsumen listrik diminta membayar sebesar Rp400 ribu untuk penggantian nomor ID PLN tersebut. Kasus tersebut pernah terjadi pada 2023 lalu, dan sempat viral di media sosial, terutama di grup-grup WhatsApp.
“Itu penipuan. PLN tidak pernah memperjual belikan nomor ID pelanggan,” tegas Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun Marwan Sholeh, Senin (16/12/2024).
Pihaknya belum menerima laporan atau aduan dari pelanggan terkait modus penipuan tersebut. Hanya saja, agar tidak terjadi, Marwan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan PLN tersebut.
“Belum ada, semoga jangan ada korbannya,” katanya.
Marwan juga meminta masyarakat agar mengabaikan modus seperti tersebut, dan segera melaporkannya ke PLN atau melalui aplikasi PLN Mobile. “Jika menemukan modus penipuan seperti itu, segera laporkan ke PLN,” tegasnya.
Marwan menjelaakan, ID pelanggan diberikan saat awal pemasangan meteran, dan akan melekat sampai pelanggan tersebut berhenti berlangganan, dan tidak bisa diganti. (msa)

