Bintan, Lendoot.com – Akses sekolah dan ekomomi warga di Jalan Raya Tanjunguban Kilometer 32 Cikolek Desa Toapaya, terganggu, Kamis (26/1/2023) pagi
Ini akibat gorong-gorong di ruas jalan tersebut amblas karena terkikis derasnya air parit yang melahap dinding bagian dalam gorong-gorong tersebut.
Sebagian jalannya lagi masih tetap dibuka karena merupakan akses utama warga sekitar.
Sebagian jalan terpaksa ditutup karena dianggap rawan dilalui akibat lubang besar yang langsung mengarah menuju parit di bawahnya.
Sebagian jalur pada jalan utama itu sudah mulai mengalami penurunan dan terancam akan amblas digerus derasnya air parit akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, seperti dilansir sijoritoday.com.
Bila jalan tersebut amblas, maka sektor ekonomi dan pendidikan warga Desa Toapaya dan Desa Toapaya Utara akan terganggu. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama warga sekitar.
Jaya (26), salah seorang warga menyebutkan jika jalanan tersebut kerap diserang banjir saat musim hujan. Kendati sudah dilakukan normalisasi aliran parit, namun aliran air yang deras akibat curah hujan yang tinggi tak mampu menahan derasnya air.
“Kemarin masih kecil, dua hari ini baru terlihat besar lubangnya. Karena airnya sangat deras,” ungkapnya.
Ia pun meminta kepada pengendara dan warga untuk tetap waspada dan berhati-hati ketika melintasi jalanan tersebut. “Karena dibagian sebelahnya sudah mulai turun juga kalau dilihat posisi aspalnya. Rawan longsor lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Toapaya Asrianto mengatakan jika kondisi jalan tersebut sudah dilaporkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) karena jalan milik Pemprov Kepri. “Sudah kita laporkan untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Ia pun berpesan dan mengimbau kepada warga dan pengendara jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalanan tersebut. Asrianto menyampaikan, jika amblasnya jalan tersebut akibat aliran air yang deras mengikis bagian dalam gorong-gorong.
“Tetap hati-hati saat melintas di jalan itu. Alhamdulillah, sepengamatan kami pengendara bergiliran walaupun ramai ketika lewat situ. Terus sudah dipasang rambu-rambu juga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (*/oxy)

