Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

5 Kabupaten dan Kota di Pesisir Provinsi Kepri Patut Waspadai Banjir Rob

Empat kabupaten-kota yang terdampak banjir rob tersebut di antaranya; Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kota Tanjung Pinang. Berikut daerah yang berpotensi mengalami banjir ROB; 1. Kota Batam: Pesisir Kecamatan Batu Aji, Sekupang, Nongsa dan sekitarnya. 2. Kabupaten Bintan: Pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur dan sekitarnya. 3. Kabupaten Karimun: Pesisir Kecamatan Meral, Kelurahan Pamak, Kelurahan Pamak Laut dan sekitarnya. 4. Kota Tanjung Pinang: Bukit Bestari, Tanjungpinang Kota dan sekitarnya.

Kawasan Kelurahan Tanjungberlian direndam banjir rob, beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

 Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tentang fenomena supermoon pada 16 November 2024 mendatang.

Dampak dari fenomena tersebut diperkirakan akan berpotensi menimbulkan banjir pesisir atau kerap disebut sebagai banjir rob. Ini diprediksi terjadi pada 15 hingga 25 November 2024.

Untuk Provinsi Kepri, peristiwa tersebut dialami di lima kabupaten dan kota, di antaranya; Batam, Lingga, Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan.

Terkait dengan hal tersebut, Pj Wali kota Tanjungpinang Andri Rizal menerangkan, secara spesifik terkait fenomena ini agar bisa langsung menghubungi pihak BPBD.

“Kondisi seperti ini sudah terjadi tiap tahun, tentu harus di antisipasi, tentu nanti BPBD memberikan imbauan maupun edukasi sehingga jangan sampai menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan,” ujar Andri saat berada di Sei Nyirih.

Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin mengungkapkan dengan adanya fenomena supermoon tanggal 16 November 2024 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob terjadi pada beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Diantaranya pesisir Kepri, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jakarta, pesisir Utara Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua.

“Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di Pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” terang Yamin saat membacakan informasi BMKG.

Untuk itu, Yamin mengimbau agar masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di pesisir untuk berhati-hati dan waspada pada saat air pasang laut di jam-jam tertentu apalagi jika bertepatan dengan turun hujan intensitas yang tinggi.

“Segera lakukan pengungsian mandiri atau melaporkan kepada BPBD atau pihak RT RW, Kelurahan atau pihak-pihak terkait agar segera dilakukan evakuasi,” ujar Yamin.

Yamin mengajak masyarakat Tanjungpinang untuk meminimalisir terhadap peristiwa banjir rob di Tanjungpinang.

“Mari bersama-sama menjaga dan berusaha meminimalisir dampak terhadap banjir rob di Kota Tanjungpinang yang kita cintai ini,” pungkas Yamin. (fji)

Exit mobile version