Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra yang membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Sampah karena ada darurat sampah di Kota Batam, sudah bergerak. Tim Satgas bergerak serentak melibatkan perangkat daerah, pelaku usaha, dan elemen masyarakat.
Di Kecamatan Sagulung, Satgas Darurat Sampah mengerahkan total 110 personel gabungan dari tujuh perangkat daerah (termasuk Diskominfo, DLH, BMSDA, Dinkes, dan Satpol PP) untuk menuntaskan penumpukan sampah di tiga lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal.
Operasi pembersihan difokuskan pada tiga titik penumpukan ilegal, yaitu kawasan Marcopolo Dapur 12, sekitar Masjid Aminah, dan Griya Batuaji Asri.
Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, yang turun langsung, melaporkan hasil kerja gotong royong yang berlangsung sejak pagi. “Dengan sinergi seluruh unsur, hari ini kita berhasil mengangkut sekitar 21 ton sampah rumah tangga dari tiga titik TPS ilegal,” ujar Rudi.
Rudi menegaskan bahwa kecepatan dan kolaborasi adalah kunci utama dalam situasi darurat ini. Ia memastikan bahwa penanganan tidak berhenti pada satu hari, tetapi akan terus dijadwalkan hingga seluruh titik penumpukan di Sagulung bersih dan kembali tertata.
Selain penanganan fisik, Pemko Batam melalui Satgas mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga.
Menurut Rudi, edukasi, pengawasan, dan kerja sama antara pemerintah serta warga menjadi bagian penting dalam mencegah kembali munculnya TPS ilegal. (*/rst)

