Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

2021, Susi Air Tambah Frekuensi Rute Terbangnya dari Bandara Sei Bati

digesa Gubernur Kepri Ansar Ahmad sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Melalui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, dukungan sudah dinyatakan sepenuhnya terhadap proyek strategis tersebut melalui suratnya yang ditujukan kepada Gubernur Ansar, Jumat (24/3/2023). Surat dengan perihal Tanggapan atas Percepatan Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah dalam Mendukung Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun ini merupakan balasan Surat Resmi Gubernur Ansar ke Kemenko Perekonomian Nomor P1553.1/347/DISHUB-JET/2023 per tanggal 15 Februari 2023. Surat tersebut berperihal Percepatan Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah di Kabupaten Karimun.

Pesawat Susi Air saat sedang mendarat di Bandara RHA Karimun Sei Bati, belum lama ini. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Bandar Udara Raja Haji Abdullah (RHA) Kabupaten Karimun tambah frekuensi terbang tujuan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga mulai tahun 2021 mendatang.

Penambahan frekuensi terbang itu atas dasar kebutuhan masyarakat dan potensi rute penerbangan tujuan Dabo yang cukup tinggi.

Kepala Bandara RHA Kabupaten Karimun Fanani Zuhri mengatakan, pada tahun 2020 penerbangan perintis menggunakan maskapai Susi Air melayani rute Pekanbaru dan Dabo Singkep.

“Sebelumnya hanya tiga kali jadwal penerbangan yakni 2 kali Pekanbaru dan 1 kali tujuan Dabo Singkep. Namun untuk 2021 nanti akan ada penambahan untuk rute Dabo, jadi dua kali seminggu,” kata Fanani, Selasa (22/12/2020).

Ia menyebutkan, rencana penambahan frekuensi terbang ke Dabo Singkep itu akan diperkuat dengan ditandatanganinya kontrak perintis secara nasional di Kementerian Perhubungan pada 29 Desember 2020 mendatang.

“Ini disaksikan langsung pak Menteri Perhubungan. Sehingga diharapkan awal tahun, mungkin minggu pertama sudah jalan,” katanya.

Fanani mengatakan, permintaan masyarakat terhadap penerbangan rute Dabo cukup tinggi. Di tahun 2020, setiap penerbangan tujuan tersebut, selalu terisi 80 persen dari kapasitas sarana angkutan.

“Alasannya biasa demain, kebutuhan dari masyarakat. Potensi biasanya karena urusan keluarga, dan biasa banyak juga yang dari Dabo itu berobat ke sini (Karimun), sehingga kalau dalam satu minggu satu kali itu kan untuk bolak balik itu susah,” katanya.

“Pernah juga kerukunan dari keluarga Dabo yang ada di Karimun menyurati kita, meminta penambahan seminggu dua kali. Umpama hari Rabu mau ke Dabo, Sabtu sudah bisa balik,” katanya.

Saat ini aktivitas penerbangan di Bandara RHA Karimun terhenti sementara waktu. Hal itu terjadi karena habisnya kontrak perintis Susi Air pada tahun 2020. Rencananya, Susi Air akan kembali beroperasi pada awal tahun 2021 atau setelah ditandatanganinya kontrak perintis 2021. (rko)

Exit mobile version