Karimun, Lendoot.com – Aturan tegas mulai diberlakukan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Saat ini, warga Karimun dan warga luar Karimun yang datang dari zona merah Covid-19 diwajibkan untuk karantina selama 2 hari di lokasi isolasi di SMPN 2 Tebing, Sei Bati, Kecamatan Tebing.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Muhd Firmansyah mengatakan, wajib karantina bagi warga yang datang dari zona merah tersebut merupakan langkah tegas Pemerintah Daerah dalam memutus penyebaran Covid-19.

“Benar, sekarang siapa saja yang datang dari zona merah Covid-19 seperti dari Batam, Tanjungpinang, Riau kini wajib karantina 2 hari di SMPN 2 Tebing,” kata Firmansyah di Gedung Nasional Karimun Kepri, Sabtu (2/5/2020).

Kebijakan karantina 2 hari bagi pendatang dari zona merah Covid-19 itu belajar dari kasus warga Kampar, Provinsi Riau yang terkonfirmasi positif corona dan menularkannya ke pada keluarga di Karimun.

Pada penerapannya nanti, usai menjalani Karantina selama 2 hari di lokasi isolasi, warga pendatang dari daerah zona merah akan diperbolehkan pulang dengan catatan melanjutkan masa karantina di rumah selama 14 hari.

Sementara bagi yang menunjukkan gejala awal Covid-19, akan dilakukan rapid test. Jika hasilnya reaktif masa karantina baginya akan dilanjutkan selama masa inkubasi yakni 14 hari.

“Ini berlaku untuk semua, termasuk waega Karimun, kalau dia baru dari daerah zona merah Covid-19, maka akan kita karantina. Kita tidak mau mengambil resiko,” katanya.

Firmansyah menghimbau sementara ini kepada warga Karimun sebaiknya tidak bepergian ke daerah zoba merah Covid-19.

“Kita berharap peran aktif masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun. Caranya tetap di rumah, jaga jarak 1 meter, terapkan pola hidup sehat dan bersih, keluar rumah seperlunya saja dengan selalu mengenakan masker. (rk)