Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan bahwa keberhasilan transformasi kota menjadi metropolitan yang modern tidak lepas dari andil dan doa seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan.
Pesan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, melalui Kepala Dinas Kominfo Batam, Rudi Panjaitan, dalam acara bertajuk “Kebersamaan Membangun Batam” di Aula Gereja GPI Batuaji Lama, akhir pekan kemarin.
Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), PERKUPI, dan GEMPAR Kepri ini, Rudi menekankan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan moral dan sosial dari para tokoh agama.
“Pembangunan Batam tidak bisa berjalan secara parsial. Dibutuhkan sinergi dan dukungan dari seluruh tokoh agama agar visi Batam sebagai kota modern yang sejahtera dan religius dapat tercapai secara selaras,” ujar Rudi Panjaitan.
Di hadapan jemaat dan tokoh masyarakat, Rudi memaparkan fokus utama Pemko Batam untuk tahun anggaran 2026 yang menyentuh langsung kepentingan warga:
Infrastruktur Lingkungan: Melanjutkan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat kelurahan melalui program percepatan infrastruktur.
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Penguatan layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih terjangkau serta berkualitas.
Ekonomi Kreatif & Digital: Mendorong peran aktif generasi muda dalam ekosistem digital Batam.
Harmoni Sosial: Menjamin Batam tetap menjadi kota yang toleran, aman, dan nyaman bagi seluruh pemeluk agama.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pimpinan berbagai organisasi keagamaan, di antaranya Ketua Umum MUKI, PERKUPI, dan GEMPAR Kepri, serta didukung oleh Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Batam dan Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB).
Kehadiran para tokoh ini mempertegas soliditas masyarakat dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Pemko Batam berharap semangat kebersamaan ini menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas kota di tengah pesatnya pembangunan fisik.
“Mari kita kawal bersama program ini agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Batam adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga keharmonisan dan kemajuannya,” pungkas Rudi. (*/aaw)

