Kepala Imigrasi Karimun, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra
Kepala Imigrasi Karimun, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra (Google)

Karimun, Lendoot.com – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun sejak Januari hingga Oktober 2017 telah menindak sebanyak 55 orang Warga Negara Asing (WNA) karena melanggar perundang-undangan terkait keimigrasian di Kabupaten Karimun.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra, Jumat (27/10/2017).

“Jumlah Total warga negara asing yang dikenakan TAK adalah sebanyak 55 orang,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra.

Menurut data dari kantor Imigrasi Karimun, WNA terbanyak yang melakukan pelanggaran adalah warga Negara Tiongkok sebanyak 18 orang, kedua yakni warga Negara Bangladesh 11 orang, ketiga warga Negara Malaysia 9 orang, warga Negara Thailand 7 orang, warga Negara India 4 orang, warga Negara Singapura 2 orang, warga Negara Laos 2 orang dan warga Negara Myanmar 2 orang.

“Pelanggaran rata-rata karena masalah penyalahgunaan izin tinggal. Selain itu beberapa pelanggaran lain adalah kasus tindak pidana ringan (Tipiring) dan kasus narkoba yang merupakan pelimpahan dari instnasi terkait,” ucap Mas Arie.

Arie menjelaskan, tingginya pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh WNA dapat terjadi mengingat kegiatan kapal ekspor impor dari Malaysia dan Singapura ke wilayah tersebut. Baik kegiatan kapal kargo, penangkap ikan ataupun kegiatan lainnya yang melibatkan warga negara asing secara langsung ataupun tidak langsung.

“Di Tanjungbatu, Pulau Kundur, kami telah menindak satu warga Negara Singapura karena melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggalnya,” jelasnya.

Sementara dalam hal memperketat penerapan Undang-undang No. 6 tahun 2011 dan pp 31 tahun 2013 tentang, keimigrasian kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun telah membentuk tim pengawasan orang asing (Timpora) di dua wilayah tersebut yakni Tanjungbatu Kundur dan Moro. (ian)