Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun Darmunansyah saat press rilis hasil pencapaian kinerja selama 2018 di kantonya. (ian)
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun Darmunansyah saat press rilis hasil pencapaian kinerja selama 2018 di kantonya. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Selama 2018, Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun menerbitkan sebanyak 1.852 izin tinggal bagi warga Negara asing (WNA).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun Darmunansyah saat press rilis hasil pencapaian kinerja selama 2018, beberapa hari lalu.

Dari 1.852 izin tersebut, 1.837 diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan 15 lainnya perempuan. Untuk jumlah Izin Tinggal Kunjungan (ITK) yang dikeluarkan pihaknya sebanyak 16 orang, Izin Tinggal Terbatas (ITAS) baru sebanyak 308 orang.

Sedangkan ITAS Perairan baru sebanyak 710 orang, ITAS perpanjangan 47 orang, ITAS Perairan perpanjangan sebanyak 770 orang dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) baru dan perpanjangan sebanyak 1 orang.

Ditanya terkait WNA yang paling banyak masuk ke Karimun, Darmunansyah menyebut bahwa masih didominasi WNA dari 5 Negara. Di antaranya; Malaysia, Singapura, India, Thailand dan Tiongkok.

“Untuk totalnya di tahun 2018 ini sebanyak 85.892 orang,” katanya.

Sementara mengenai penertiban paspor di Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun mengalami kenaikan, terhitung sejak Januari hingga 31 Desember tercatat sebanyak 16.042, sedangkan di tahun 2017 hanya 14.873.

Selain itu, diakui Darmunansyah, selama di tahun 2018 pihaknya juga menerima beberapa penghargaan di tahun 2018. Diantaranya penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI terkait pelayanan publik berbasis hak asasi manusia.

Lalu penghargaan inovasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian yang dibuat oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun di 2018 adalah Anjungan Paspor Mandiri (APM).

Penghargaan dari Direktur Lalu Lintas Keimigrasian dengan memperoleh predikat lima besar atas capaian penegekan hukum terkait penolakan dan pencegahan keluar masuk Indonesia. (parulian turnip)