Poster Stop Human Trafficking. (ist/net)
Poster Stop Human Trafficking. (ist/net)

Lendoot – Aksi kejahatan dengan penculikan anak yang kemudian diambil organ tubuhnya, menjadi viral di media sosial, beberapa waktu lalu.

Human trafficking atau perdagangan manusia adalah segala transaksi jual beli terhadap manusia, yang baru-baru ini terjadi di beberapa daerah di Indonesia, juga terjadi di Malaysia.

Malah, warga di Malaysia dalam sebuah iklan imbauan di koran harian di negara tersebut, memberikan imbauan kehati-hatian kepada masyarakatnya.

“AMARAN!! KEPADA SEMUA IBU BAPAK / PENJAGA 
Penculik sedang mencari kanak-kanak di bawah umur 15 tahun bagi mendapatkan organ tersebut. Sila AWASI anak-anak anda setiap masa samada di sekitar atau di luar rumah”.

Maksud dari imbauan itu kurang lebih; perhatian kepada orangtua agar menjadi anaknya dari kejahatan penjualan organ tubuh.

Sebelum kalimat imbauan tersebut, pemasang iklan juga mencantumkan daftar harga organ di Malaysia. Dari harga jantung, buang pinggan (ginjal-red), mata, paru-paru dan hati. Harganya dari kisaran RM 100 RM sampai RM 10 ribu.

Di Indonesia, tindakan penculikan anak yang akan dijual organnya, pernah terjadi di beberapa daerah. Salah satunya yang terungkap di Perum Alamanda Kota Bekasi. Pelaku penculikan anak itu tertangkap dengan ciri-ciri seorang ibu paruh baya menggunakan mukena putih.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku masih ada kawan-kawan komplotanya sebanyak 10 orang yang berkeliaran.

Cara yang dilakukan, penculik mengiming-imingi anak dengan jajanan dan minuman yang disembunyikan dalam mukena. Modusnya, setelah anak-anak ini dapat diculik, lalu anak-anak ini diperjualbelikan organya.

Bahkan, kejadian penculikan yang disertai penjualan organ manusia yang menimpa tenaga kerja wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu, menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Pasalnya, selain laporan satu korban yang diterima korban human traficking, masih ada beberapa korban lainnya.

Ketua Garda Indonesia (GI), Aldi Braga mengatakan, cerita nyata tertangkapnya penculik anak ini patut menjadi pelajaran penting bagi semua orangtua. Khususunya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya.

“Saya berharap semoga ini menjadi perhatian serius pemerintah. Kasus yang sudah terjadi harus dapat diusut tuntas. Kita berharap tidak ada lagi anak-anak kita yang jadi korbannya, Peran orangtua sangat besar mengawasi anak-anaknya,” kata Aldi. (*)