Ilustrasi penipuan.
Ilustrasi penipuan. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Kewaspadaan terhadap aksi penipuan sepertinya harus dilakukan setiap saat. Inilah yang diungkapkan Rusli seorang warga Kolong Sei Lakam Karimun yang mengaku nyaris tertipu dengan aksi penipu melalui sambungan telepon.

Rusli bercerita, ketika dirinya sedang bekerja mendapat telepon dari isterinya di rumah. Istrinya kepada Rusli menyebut bahwa anaknya Rully mengalami kecelakaan. Tragisnya, kabar kecelakaan itu menyebut Rully patah tulang dan perlu segera mendapat tindakan medis.

“Singkat cerita, dia minta kami sebagai orangtuanya mentrasfer uang untuk operasi saat itu juga. Kalau tidak, bisa gawat,” kata Rusli menceritakan tentang ulah si penipu yang bersuara perempuan tersebut, kemarin.

Rusli yang menderita sakit jantung, saat mendengar anak lelaki satu-satunya yang masih duduk di bangku SMP itu, langsung lemah lunglai. “Hampir saja saya terjatuh mendengar kabar itu. Jantung saya kumat,” katanya.

Atas saran temannya, Rusli diminta untuk mengecek kebenaran informasi tersebut ke RSUD Karimun, tempat yang dikabarkan anaknya dirawat. “Sesampainya di sana, tak ada itu ada anak kecelakaan seperti disebut penipu. Dan anak saya sedang belajar di kelasnya,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Rusli meminta melalui Lendoot.com agar dikabarkan ke masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan jenis ini. “Ya, bang. Tolong diberitakan. Kasihan masyarakat, sebab kalau sudah panik, bisa saja kena tipu. Saya saja nyaris tertipu,” ujar Rusli.

Seorang warga Karimun lainnya, Dheny Suhanan yang memposting nomor telepon di akun facebooknya, juga tampak nyaris menjadi korban penipuan serupa. Penipu mengabakarkan anak calon korban kecelakaan, lalu si penipu meminta sejumlah uang untuk ongkos operasi. (sjs)