Bupati Karimun Aunur Rafiq saat sambutan pelepasan tuberculosis di kediaman dinas, tadi pagi. (ian)
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat sambutan pelepasan tuberculosis di kediaman dinas, tadi pagi. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun, penderita HIV per 2017 telah mencapai 1.420 kasus. Angka yang luar biasa mengerikan pada penyakit yang belum ada obatnya ini.

Angka ini disampaikan Ketua PD Aisyiyah, Erpin Selistyowati saat ditanya wartawan terkait jumlah penderita HIV di Kabupaten Karimun per 2017 ini.

“Kalau menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, untuk jumlah penderita HIV per 2017 ada 1.420 kasus. Perlu kita waspadai bersama,” kata Erpin.

Menurutnya, angka ini bisa bertambah jika masyarakat sadar untuk memeriksakan dirinya. “Perlu diberikan pengarahan tentang sadar HIV ini, karena masyarakat selama ini mengganggap penyakit ini sebagai aib sehingga malu untuk berobat dan memeriksakan diri,” katanya.

Sementara untuk penderita TB (tuberculosis) per bulannya terjadi sekitar 120-140 kasus. “Kalau penderita TB perbulannya terjadi sekitar 120-140 kasus,”

“Sebenarnya untuk TB, penyakit ini apabila ditangani dapat disembuhkan. Untuk itu kader kita nanti akan memberikan pengarahan tentang sadar akan TB dan HIV,” ucap Erpin.

Ia menambahkan, untuk pengobatan khusus TB apabila menjalani pengobatan dari dokter dan tenaga ahli dibidangnya membutuhkan waktu minimal 6 bulan untuk sembuh.

Namun apabila pasien tidak menyelesaikan pengobatan karena keadaan semakin membaik, maka itu beresiko terkena TB yang lebih parah lagi, artinya akan terkena TB MDR, yang perlu menjalani pengobatan selama dua tahun.

“Untuk gejala TB sendiri, penderita akan mengalami batuk lebih dari 2 minggu. Apabila hal itu dialami segera masyarakat untuk memeriksakannya ke puskesmas,” katanya.

Apabila pasien tidak menyelesaikan pengobatan karena merasa keadaan semakin membaik, sebenarnya itu lebih beresiko terkena TB yang lebih parah lagi. “Artinya akan terkena TB MDR, yang perlu menjalani pengobatan selama dua tahun,” jelasnya.

Untuk gejala TB sendiri, penderita akan mengalami batuk lebih dari 2 minggu. Apabila hal itu dialami segera masyarakat untuk memeriksakannya ke puskesmas,” katanya. (ian)