Karimun, Lendoot.com – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun yang pernah sukses menggelar pelayanan paspor kolektif “Eazy Passport” di beberapa instansi pemerintah, mendapat sambutan positif masyarakat, khususnya warga pulau.
Antusiasme yang tinggi ditunjukkan dengan harapan warga dan komunitas lainnya seperti warga yang berada di pulau-pulau, program Eazy Passport tersebut digelar kembali. Tak hanya di instansi-instansi pemerintah, melainkan menyasar komunitas-komunitas yang ada.
“Kami berharap ada program layanan paspor kolektif lagi. Agar kami lebih mudah mendapatkan paspor, sebab kalau ke Imigrasi kami terlalu jauh dan besar ongkosnya,” ujar Buana seorang warga Kundur.
Sebelumnya, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun Ahmad Triesna Yanda menyebutkan petugas telah melayani puluhan pemohon yang merupakan pegawai di salah satu instansi vertikal di Karimun.
Yanda menjelaskan bahwa pelayanan jemput bola tersebut merupakan inisiasi dari Kepala PN Tanjung Balai Karimun. Pelayanan ini dilakukan di aula kantor setempat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Kami membagi kedatangan pemohon dalam beberapa sesi agar tidak menimbulkan kerumunan di ruangan yang telah disediakan. Seluruh petugas dan pemohon juga wajib mengenakan masker di lokasi tersebut,” jelasnya.
Pelayanan paspor kolektif ini menurut Yanda bisa dilakukan dengan cara pemohon perwakilan dari perkantoran, perumahan, atau komunitas mengajukan permohonan ke kantor imigrasi. Setelah ditentukan lokasi dan jadwal pelaksanaan, petugas akan datang untuk melakukan proses pelayanan yang meliputi verifikasi berkas, wawancara, dan pengambilan sidik jari serta foto.
“Untuk pembayaran bisa dilakukan di bank, sedangkan paspor yang sudah jadi bisa dikirim ke lokasi pemohon melalui Pos atau diambil di kantor imigrasi,”ujar Yanda.
Pelayanan paspor kolektif merupakan inovasi dari Direktora Jenderal Imigrasi untuk mendekatkan pelayanan paspor kepada pemohon yang tidak sempat ke kantor imigrasi karena kesibukannya. Pelayanan ini menyasar pemohon dalam jumlah besar berkisar antara 20-50 orang per hari. (msa)

