Perwakilan PT Saipem berdialog dengan para warga Pangke Barat yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang PT Saipem
Perwakilan PT Saipem berdialog dengan para warga Pangke Barat yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang PT Saipem (ian)

Karimun, Lendoot.com – Mantan pekerja PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang PT Saipem atas sikap perusahaan yang secara sepihak memutus hubungan kerja puluhan pekerjanya tanpa alasan yang jelas, Kamis (13/7/2017).

Sambil berorasi menggunakan pengeras suara, mereka yang menyebut dirinya sebagai Gerakan Anak Pangke Barat (GAPB) itu membawa spanduk dan kertas-kertas yang berisi tuntutan mereka. Dalam tuntutannya, mereka meminta agar PT Saipem memprioritaskan warga desa Pangke Barat yang merupakan orang tempatan untuk bekerja, sebagaimana MoU yang pernah dibuat sebelumnya.

Menurut koordinator aksi, Izwan, saat ini PT SIKB telah membuat tindakan yang tidak menepati MoU. Beberapa kesepakatan yang tidak ditepati oleh pihak perusahan diantaranya telah memberhentikan pekerja asal Pangke Barat tanpa ada peringatan terlebih dahulu.

“Menurut data saya ada sekitar 25 pekerja asal Panke Barat yang diberhentikan jelang lebaran. Bahkan yang permanen juga dikelaurkan. Kami minta kawan-kawan yang dikeluarkan tanpa ada warning 1, 2 dan 3 kembali lagi untuk bekerja,” kata Izwan.

Izwan menyebutkan apabila ada warga Pangke Barat yang bekerja dan skillnya masih dibutuhkan maka hendaknya PT SIKB terlebih dahulu memberhentikan para pekerja yang berasal dari luar daerah. Jika proyek yang dikerjakan oleh pemuda tempatan telah habis maka semestinya dapat dipindahkan ke proyek lain.

“Dicontohkan proyek jangkrik habis maka helper yang dari warga Pangke Barat dipindahkan ke Combo. Dan karyawan dari luar seperti Batam yang dikeluarkan. Kami diselipkan di situ. Tapi kami yang malah dikeluarkan,” ucapnya.

Apabila pihak perusahaan tidak menanggapi tuntutan mereka maka GAPB akan kembali melakukan aksi demonstrasi susulan. Hingga Kamis siang, aksi warga berjalan dengan damai. Aksi ini dilakukan warga hingga sore, pukul 17.00 WIB. (ian)